AWAS Beras Oplosan Masuk Bali, Dua Merk Ini Yang Dicurigai Namun Sudah Terlanjur Beredar

Saat ini beredar beras premium oplosan di pasaran, khususnya supermarket, yang sangat merugikan bagi masyarakat.

AWAS Beras Oplosan Masuk Bali, Dua Merk Ini Yang Dicurigai Namun Sudah Terlanjur Beredar
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga Bali harus lebih waspada membeli beras.

Saat ini beredar beras premium oplosan di pasaran, khususnya supermarket, yang sangat merugikan bagi masyarakat.

Peredaran beras premium oplosan ini terungkap saat Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari Mabes Polri, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggerebek PT Indo Beras Unggul di Jalan Rengasbandung KM 60, Kelurahan Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 21.00 WIB.

Modus operandi yang dilakukan perusahaan itu adalah mengemas beras subsidi jenis IR64 jadi beras premium dengan label cap Ayam Jago dan Maknyuss.

Beras IR64 adalah beras medium yang disubsidi pemerintah dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram.

Setelah dibungkus dan dilabeli, beras dijual Rp 20.400 per kilogram.

Bulog Divre Bali mengaku beras dengan label Maknyuss itu sudah beredar di Bali.

Sedangkan merek Ayam Jago sejauh ini belum ada masuk Bali.

"Setahu saya yang beras Maknyuss beredar di beberapa supermarket. Cuma kita gak tahu kalau itu beras oplosan," ujar Staf Sekretariat dan Humas Bulog Divre Bali, Dewa Ayu Widyastiti Sravishta, saat dikonfirmasi tadi malam.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Wayan Kusumawathi, mengaku belum mengetahui perihal beras oplosan ini.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved