TribunBali/
Home »

Bali

Penonton Histeris Lihat Lomba Marching Band di Lapangan Renon  

Para penonton histeris begitu melihat jagoannya pentas dalam lomba Marching Band Langgam Indonesia di Jalan Raya Puputan Renon, Denpaar, Bali

Penonton Histeris Lihat Lomba Marching Band di Lapangan Renon   
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
KIBARKAN BENDERA- Peserta lomba Marching Band Langgam Indonesia di Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar, Jumat (21/7). Peserta lomba dari Lombok hingga Blitar, Jawa Timur. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Para penonton histeris begitu melihat jagoannya pentas dalam lomba Marching Band Langgam Indonesia di Jalan Raya Puputan Renon, Denpaar, Bali, Jumat (21/7/2017).

Penonton yang histeris ini tidak jarang adalah para orangtua yang melihat anaknya main. Mereka puas melihat penampilan anaknya yang sebelum lomba harus latihan seharian.

Ketua Panitia Langgam Indonesia, Marching Band Universitas Udayana Made Ayu Dyah Indriana Sari mengatakan pihaknya tidak menentukan tema, peserta memainkan musik dengan tema masing-masing.

Nanti juri menilai dari formasi dan musikalisasi musik. Untuk langgam Indonesia ke-30 ini diikuti 12 peserta dari Bali, Blitar, dan Lombok. Untuk kategori divisi satu (SD) ada empat peserta sedangkan divisi utama (SMP dan SMA) ada delapan peserta.

“Kami ingin menyampaikan Marching Band itu apa. Dari jam latihannya sampai malam, kegiatan bikin capek, makanya kami membuat penampilan yang beda dan unik. Misalnya sekarang parade begini dengan gerakan dan kostum bagus,” ujar mahasiswa FK Unud ini. Karena itu setelah mereka tampil, latihan mereka selama ini tidak sia-sia.

Kemarin, Made Chintya Gayatri (10) terlihat semangat meniupkan pianika. Walau keringatnya bercururan, ia merasa tidak capek saat lomba marching band yang dilaksanakan Langgam Indonesia, di Lapangan Puputan Niti Mandala, Denpasar.

Siswi dari SD Saraswati 2 Denpasar mengatakan kesehariannya ia sampai bangun pagi-pagi untuk latihan marching band. Namun itu tak pernah sekalipun membuatnya merasa kelelahan.

“Dibawa happy saja. Pagi jam tujuh pagi sudah mulai latihan, walaupun latihan dari pagi sampai malam, tapi enggak terlalu capek,” ujarnya.

Seorang pemain marching band lainnya Ayu Triana Nirmala (17) dari SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar mengatakan dirinya selain sekolah pagi juga latihan sampai malam. Namun itu juga tak pernah merasa capek karena hal tersebut.

Seorang penonton yang juga orangtua dari peserta marching band, Ayu Suastiti (43) mengatakan kegiatan marching band dinilai sangat positif.

“Saya dukung banget dia  (anak) semangat. Ngeluh capek, datang karena sampai malam, tapi enggak apa-apa. Saya kira positif untuk anak-anak daripada main gadget saja, lebih baik marching band,” jelasnya.

Asisten II Setda Pemprov Bali, Dewa Putu Sunartha mengatakan pemprov mendukung acara ini. Langgam Indonesia adalah perlombaan marching band di tingkat nasional yang dilaksanakan secara rutin oleh Universitas Udayana. (*)

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help