Berita Banyuwangi

Padukan Desainer Italia dan Nasional di Banyuwangi Batik Festival

Tahun ini, BBF yang digelar selama dua hari, 28-29 Juli, di Taman Blambangan, Banyuwangi, akan memadukan desainer Italia dengan berbagai desainer nasi

Padukan Desainer Italia dan Nasional di Banyuwangi Batik Festival
Surya
Pagelaran Banyuwangi Batik Festival 2016 

TRIBUN-BALI.COM - Banyuwangi Batik Festival (BBF) kembali digelar untuk mengangkat pamor batik khas Banyuwangi.

Tahun ini, BBF yang digelar selama dua hari, 28-29 Juli, di Taman Blambangan, Banyuwangi, akan memadukan desainer Italia dengan berbagai desainer nasional.

"Pelaku batik lokal akan berkolaborasi dengan desainer internasional dan nasional menampilkan beragam busana batik yang menarik," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (24/7).

Anas mengatakan, BBF bukan hanya ajang hiburan, melainkan bentuk penguatan ekosistem bisnis bagi pembatik lokal.

Setelah lima tahun digelar, kini pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik Banyuwangi mulai eksis. Kualitas batik yang dihasilkan pun terus meningkat. Saatnya bagi mereka untuk melebarkan sayap bisnisnya ke kancah yang lebih luas.

"Tujuan ini yang sejak awal terus kami kejar tiap tahunnya. Konsistensi penyelenggaraan juga menunjukkan Banyuwangi serius mengembangkan batik sebagai produk budaya sekaligus produk ekonomi yang bisa mengangkat kesejahteraan perajinnya," papar Anas.

Ada sepuluh desainer nasional yang terlibat untuk mendorong kreasi pembatik Banyuwangi, di antaranya Philip Iswardono, Priscilla saputro, Aldre, Andy Sugix, hingga Yunita Kosasih. Ada pula desainer internasional, Milo Miliavica asal Italia.

Para desainer tersebut mendesain busana menggunakan batik hasil produksi para UMKM Banyuwangi.

"Beraninya desainer papan atas menggunakan kain batik kreasi UMKM lokal, menunjukkan adanya peningkatan kualitas. Terciptanya interaksi itu akan membuka peluang bagi pembatik lokal ke pasar nasional, bahkan global," kata bupati berusia 43 tahun ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi, Ketut Kencana menambahkan, pembatik yang terlibat ada 15 UMKM dari 50 UMKM batik di Banyuwangi.

Halaman
12
Editor: imam rosidin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help