TribunBali/

Citizen Journalism

Penumpang Lion Demo karena Batal Berangkat ke Bali

Namun setelah menunggu di dalam pesawat selama sekitar 1 jam, penumpang diminta kembali ke Gate B5 Bandara dan menunggu konfirmasi keberangkatan.

Penumpang Lion Demo karena Batal Berangkat ke Bali
Deri Yulianti
Penumpang Lion Air rute Cengkareng-Denpasar yang mengalami delay dan pembatalan penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (29/7/2017). 

Oleh: Deri Yulianti
Warga Drupadi Denpasar

JAKARTA - Maskapai Lion Air menuai komplain penumpang rute Cengkareng-Denpasar Bali, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (29/7/2017) dini hari, akibat keterlambatan jadwal penerbangan yang berujung pada pembatalan.

Semula pesawat dengan nomor penerbangan JT 0010 ini dijadwalkan berangkat, Jumat (28/7/2017) pukul 21.15 WIB dan direncanakan tiba di Denpasar, Sabtu (29/7/2017) pukul 00.05 WITA.

Semestinya penumpang sudah naik ke pesawat pukul 20.55 WIB, namun terlambat hampir satu jam dan penumpang diminta naik ke pesawat pukul 22.45 WIB.

Namun setelah menunggu di dalam pesawat selama sekitar 1 jam, penumpang diminta kembali ke Gate B5 Bandara dan menunggu konfirmasi keberangkatan.

Ground Staff Lion di Bandara Soekarno Hatta, Jefri Rewur menjelaskan kepada penumpang bahwa, penerbangan ke Denpasar terpaksa tidak dilakukan karena operasional Bandara di Bali yang sudah tutup pukul 02.00 Wita jika penerbangan dilanjutkan yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit.

Pihak Lion hanya mengganti rugi keterlambatan lebih dari 240 menit sebesar Rp 300.000 dan menyebutkan penggantian jadwal penerbangan berikutnya dilakukan pukul 04.00 WIB.

Namun setelah didemo oleh sebagian besar penumpang yang menuntut penggantian hotel, akhirnya pihak Lion memberikan penambahan biaya ganti rugi sebesar Rp 200.000.

Para penumpang yang kecewa pun terpaksa menginap di Gate B5 untuk menunggu jadwal keberangkatan pesawat Lion, Sabtu (29/7/2017) pukul 04.00 WIB, setelah mendapatkan kompensasi keterlambatan sebesar Rp 500.000.

Penumpang merasa dirugikan akibat keterlambatan ini yang mengganggu pekerjaan dan aktivitas mereka. Penumpang menuntut Lion mengganti kerugian yang mereka derita.

PR Manager Relations Lion Air, Andy M Saladin, saat dikonfirmasi Tribun Bali mengatakan, penerbangan tersebut mengalami delay dan pada saat telah boarding pihaknya terkendala adanya notam sehingga penerbangan harus ditunda sampai pukul 04.00 WIB.

"Kami melaksanakan delay management sesuai dengan peraturan yang berlaku. Atas kejadian ini, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Andi.

Terkait penumpang yang keleleran di Gate B5, Andi mengakui hal itu. Pihaknya terkendala kamar hotel yang penuh dan terbatasnya waktu karena dijadwalkan terbang kembali pukul 04.00 WIB.

"Ada beberapa penumpang yang kami inapkan dan yang tidak mendapatkan penginapan diberikan kompensasi tambahan," kata Andi. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help