TribunBali/
Home »

Bali

Upacara Ngeruak Bhuana Tandai Pembangunan Pasar Badung Baru

Puluhan pedagang Pasar Badung berbondong-bondong mengikuti upacara ngeruak bhuana, dan peletakan batu pertama di areal bekas bangunan Pasar Badung

Upacara Ngeruak Bhuana Tandai Pembangunan Pasar Badung Baru
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Wali Kota Denpasar Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama jajaran, pegembang, dan pedagang melakukan upacara ngeruak bhuana dan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Badung, Denpasar, Sabtu (29/7). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Puluhan pedagang Pasar Badung berbondong-bondong mengikuti upacara ngeruak bhuana, dan peletakan batu pertama di areal bekas bangunan Pasar Badung Jalan Sulawesi, Denpasar, Sabtu (29/7) siang.

Mengenakan pakaian adat madya, mereka terlihat antusias sampai berdesakan untuk menghaturkan canang dan sesaji. Mereka mengaku sangat senang, karena Pasar Badung sudah mulai dibangun.

"Saya sangat senang, setidaknya sekarang sudah ada kepastian dan bukti bahwa Pasar Badung memang dibangun kembali," kata Jro Menuh, satu pedagang saat diwawancara Tribun Bali, usai prosesi ngeruak tersebut.

Pasca kebakaran hebat pada 29 Februari 2016, seluruh pedagang Pasar Badung direlokasi sementara ke Pasar Darurat Eks Tiara Grosir, Jalan Cokroaminoto, Dempasar. Sudah setahun lebih berjualan di sana, rata-rata pedagang mengaku mengalami penurunan drastis jika dibandingkan dengan pejualan yang diperoleh di Pasar Badung.

Upacara ngeruak yang dipuput Ida Pedanda Istri Griya Telabah Pemecutan, itu dihadiri sejumlah pihak, antara lain Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Denpasar, jajaran manajemen kontraktor pemenang tender dari PT Nindya Karya (Persero), dan sejumlah pejabat Pemkot Denpasar, serta pihak terkait lainnya.

Terlihat sejumlah pedagang yang hadir dalam upacara tersebut berduyun-duyun untuk melihat desain (maket) Pasar Badung dari berbagai sisi, yang dipajang di areal proyek itu. Mereka mengaku senang dengan desain tersebut, dan berharap pembangunan bisa berjalan lancar.

Dalam konferensi pers dengan para wartawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda) Kota Denpasar, Wayan Gatra menjelaskan, setelah upacara ngeruak, pembangunan mulai dilakukan oleh kontraktor pemenang tender, yaitu PT Nindya Karya (Persero). "Pembangunan sudah dilakukan mulai hari ini (kemarin, Red)," katanya.

Gatra menjelaskan, pembangunan Pasar Badung sampai finishing akan memakan waktu sampai akhir 2018. Itu sebabnya, para pedagang diharapkan bisa berjualan pada awal 2019.

"Memang ada arahan bahwa setelah selesai pembangunan tahap satu harus sudah bisa digunakan, tapi karena akan ada proses pembangunan selanjutnya, jadi pedagang belum bisa berjualan. Mudah-mudahan bisa selesai akhir 2018, sehingga di awal 2019 bisa berjualan," kata Gatra.

Seperti diberitakan, Pasar Badung bakal dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama yang sudah mulai dibangun sampai tanggal 22 Desember 2017 dengan nilai Rp 75.010.998.000 yang digarap oleh PT Nindya Karya (Persero). Dalam pembangunan tahap pertama itu, baru sebatas pekerjaan basement, lantai dasar, lantai satu, dan lantai dua plus dak. Pembangunan tahap satu itu menggunakan dana dari pusat sebesar Rp 73 miliar dengan tambahan dana dari APBD Pemkot Denpasar sebesar Rp 12 miliar (pagu).

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help