TribunBali/

Geram, Ternyata Ini Alasan Sindikat Kejahatan Dari China Pilih Indonesia Jadi Markasnya

Kepolisian RI menyesalkan ulah WNA asal China yang kerap melakukan aksi kejahatan mereka di Indonesia.

Geram, Ternyata Ini Alasan Sindikat Kejahatan Dari China Pilih Indonesia Jadi Markasnya
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Aparat polisi gerebek sindikat penipuan online di sebuah villa Jalan Puri Bendesa, Lingkungan Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (29/7/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA -- Praktik kejahatan yang dilakukan anggota sindikat asal China terungkap.

Para anggota sindikat kejahatan ini menjadikan Indonesia menjadi markasnya beroperasi.

Tim Satuan Tugas Khusus Kepolisian RI (Tim Satgassus Polri) berhasil mengungkapnya setelah menangkap 148 WNA (Warga Negara Asing) asal China yang melakukan aksi mereka di tiga wilayah Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Para pelaku sindikat kejahatan itu melancarkan praktik kejahatan mereka dengan sasaran korban antara lain para pejabat China yang sedang menghadapi masalah hukum.

Polisi memperkirakan uang hasil kejahatan yang mereka peroleh mencapai lebih dari Rp 5,9 triliun.

Ada yang menyebut mereka sebagai anggota sindikat kejahatan siber.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono, mengemukakan, pihaknya tengah mengumpulkan para pelaku kejahatan itu di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan.

"Kami kumpulkan seluruh pelakunya sebanyak 148 orang. Terdiri dari Jakarta 29 orang, Bali 27 orang, dan Surabaya 92 orang. Seluruhnya ber-KTP China," kata Argo kepada Warta Kota, Minggu (30/7/2017).

Argo menyatakan Kepolisian RI menyesalkan ulah WNA asal China yang kerap melakukan aksi kejahatan mereka di Indonesia.

Pihaknya akan terus menelusuri jaringan tersebut.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help