TribunBali/
Home »

Bali

29 Cewek Dikeler Petugas, ‘Udah 6 Bulan di Jembrana Pak’   

29 orang wanita ini seluruhnya bekerja sebagai pemandu lagu di kafe remang-remang

29 Cewek Dikeler Petugas, ‘Udah 6 Bulan di Jembrana Pak’   
Tribun Bali/I Gede Jakasanthosa
Petugas Sat Pol PP tengah menggiring puluhan cewek kafe di kawasan kafe remang-remang di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Jajaran Sat Pol PP Kabupaten Jembrana kembali melangsungkan sidak penduduk pendatang (duktang), Selasa (1/8/2017).

Usai ‘mengobok-obok’ rumah kos dan mes kafe remang-remang di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, petugas kemudian menggelandang 29 cewek kafe yang didapati tinggal tanpa dilengkapi dengan Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS).

Pantauan Tribun Bali, sidak duktang oleh Sat Pol PP Kabupaten Jembrana ini berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA.

Dengan melibatkan belasan personel, sidak duktang ini kemudian dibagi dalam dua tim yang kemudian langsung menyasar mes kafe remang-remang beserta rumah kos di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo.

Dari penyisiran yang dilakukan, akhirnya petugas berhasil menjaring 29 orang wanita yang seluruhnya bekerja sebagai pemandu lagu di kafe remang-remang atau berprofesi sebagai cewek kafe.

Guna proses lebih lanjut, puluhan cewek kafe yang kebanyakan berasal dari Bandung, Jawa Barat, Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur ini kemudian digelandang ke kantor Sat Pol PP Kabupaten Jembrana.

"Sudah sekitar 6 bulan di sini pak. Sempat disuruh buat SKTS sama bos, tapi sering lupa dan tak sempat,” ujar DM (19), seorang cewek kafe asal Bandung, Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Rai Budhi, melalui Kasi Penegakan Perda Sat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Made Tarma mengatakan sidak atau sweeping duktang di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo ini bertujuan untuk mengantisipasi persebaran duktang tanpa identitas yang disinyalir kian marak usai berlangsungnya Lebaran Juni kemarin.

Usai didata, kata dia, puluhan cewek kafe yang terjaring razia ini kemudian diberikan pengarahan dan pembinaan.

Selain itu, mereka juga dikenai denda sebesar Rp 50 ribu sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Administrasi Kependudukan dan Perbup Nomor 18 tahun 2012 Tentang Tata Cara Pendaftaran WNI Tinggal Sementara di kabupaten Jembrana.

"Semuanya tanpa SKTS. Mereka juga kami minta membuat surat pernyataan untuk segera mengurus SKTS," tandas Tarma ketika dikonfirmasi Selasa kemarin. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help