TribunBali/

Citizen Journalism

Begini Pengalaman Siswa SMAN 7 Denpasar Belajar K-13

Guru hanya menerangkan sedikit, sedangkan siswa mencari informasi sebelum materi disampaikan.

Begini Pengalaman Siswa SMAN 7 Denpasar Belajar K-13
Philia Sanger
Siswa SMAN 7 Denpasar, Bali, yang menerapkan pelajaran Kurikulum 2013, belum lama ini. 

Oleh: Philia Sanger
Siswi SMAN 7 Denpasar

DENPASAR - Pada tahun 2013 dibentuk kurikulum baru yang dikenal dengan Kurikulum 2013 atau biasa disebut K-13.

K-13 ini dibuat untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas siswa pada masa pembelajaran di sekolah.

Selasa(25/7) - Gambar yang diambil diatas merupakan proses pembelajaran K-13 yang dilakukan di

SMA Negeri 7 Denpasar, Bali, termasuk satu di antara sekolah yang menerapkan K-13.

Guru hanya menerangkan sedikit, sedangkan siswa mencari informasi sebelum materi disampaikan.

Dengan dilaksanakannya sistem ini, diharapkan agar siswa bisa menjadi lebih mandiri dan aktif dalam masa pembelajaran.

"K-13 itu lebih baik daripada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006, karena program dari KTSP hanya menjelaskan saja. Sedangkan program K-13, siswa diajak untuk mencari materi lebih dulu dan guru hanya membantu melengkapi yang kurang. Sehingga siswa diajar untuk lebih mandiri," kata Siva Aditya dan Melana Umawan yang mendapatkan program K-13 di SMAN 7 Denpasar, belum lama ini.

"K-13 itu awalnya ribet banget dan bikin pusing juga karena semua harus serba sendiri. Tapi lama kelamaan aku jadi tertantang dan jadi rajin buat nyari materi," ujar Mega Devi yang juga mendapat program K-13.

"Sebenarnya K-13 itu nggak susah, kok. Kalau menurutku sih sekarang balik ke diri sendiri aja bagaimana cara menerimanya. Semua yang dijalanin tanpa beban pasti seru kok!" imbuh Mega. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help