TribunBali/
Home »

Bali

Dua Hari Sebelum Ditemukan Meninggal di Serangan, ‎Hanafi Mabuk Parah

Seorang Kapten Kapal (sebelumnya disebut ABK), Hanafi (65) ditemukan meninggal dunia dan membuat geger warga di Banjar Ponjok Desa Adat Serangan

Dua Hari Sebelum Ditemukan Meninggal di Serangan, ‎Hanafi Mabuk Parah
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Jenazah seorang pria di TKP Serangan, memakai celana pendek putih dan tubuh korban sudah nampak lebam, Rabu (2/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga Ismaya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang Kapten Kapal (sebelumnya disebut ABK), Hanafi (65) ditemukan meninggal dunia dan membuat geger warga di Banjar Ponjok Desa Adat Serangan, Denpasar, Bali.

Sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Hanafi diketahui mabuk cukup parah dan sempoyongan dua hari sebelumnya.

"Kira-kira dua hari lalu mabuk parah si mbah (panggilan Hanafi). Kira-kira Senin sore saya melihat keluar dari pantai," kata ‎tetangga korban, Nyoman Sofi, Rabu (2/8/2017) di lokasi kejadian.

Sofi menduga korban meninggal pada malam Senin lalu.

Korban yang sudah tiga tahunan menetap di Banjar Ponjok itu, tak keluar-keluar dari Senin malam hingga Selasa. 

"Makanya, bau busuk menyengat. Si Mbah si di sini sendirian dan istrinya berada di Mojokerto. Memang orangnya sering mabuk-mabukan," ungkapnya.

Untuk penemuan korban, Sofi mengaku ‎ada teman korban ke kosnya membangunkan untuk bersama-sama membeli makan.

Namun, saat membuka pintu ditemukan korban dan baunya cukup menyengat.

"Sekitar pukul 09.00 Wita, korban ditemukan meninggal dunia. ‎Tapi, tidak tahu kapan meninggalnya. Mungkin dua hari lalu. Soalnya baunya cukup menyengat," bebernya.

Korban sendiri diketahui meninggal memegang balsem atau minyak angin.

Saat ditemukan dada korban nampak lebam dan tidak memakai kaus dan hanya memakai celana pendek warna putih. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help