TribunBali/

Tega! Usai Lakukan Aborsi, Janin Dibuang ke Tong Sampah oleh Dokter Wibowo

Setidaknya untuk melakukan satu kali proses aborsi tersangka Dokter H Wibowo butuh waktu selama tiga jam.

Tega! Usai Lakukan Aborsi, Janin Dibuang ke Tong Sampah oleh Dokter Wibowo
surya/mohammad romadoni
Tersangka kasus aborsi, dari paling kanan tersangka Irman Rifai, Sumiadi dan Dokter Wibowo di Polres Nganjuk, Rabu (2/8/2017). 

TRIBUN-BALI.COM - Setidaknya untuk melakukan satu kali proses aborsi tersangka Dokter H Wibowo butuh waktu selama tiga jam.

Biasanya, usai proses aborsi tersangka Wibowo tak mengubur janin bayi itu, melainkan membuangnya itu ke tempat sampah. 

Bahkan tak jarang janin bayi yang digugurkan secara sengaja itu diberikan ke pasien.

Tak hanya itu, tersangka juga membuang bekas alat medis yang terkadang bersama janin bayi itu ke dalam tong sampah yang tidak jauh dari kediamannya di Jalan Gatot Subroto Nomer 10 RT03/RW07 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.

"Paling sering janin itu saya berikan ke pasien lagi," terang tersangka Dokter H Wibowo di Polres Nganjuk, Rabu (2/8/2017).

Dikatakan tersangka, dirinya telah membuka praktik aborsi ini sekitar tiga tahun. Kebanyakan pasien tersangka berasal dari luar kota Nganjuk.

"Semua pasien (aborsi) kita tampung," ungkapnya.

Ditambahkannya, tersangka merupakan pensiunan dokter yang pernah berdinas di salah satu rumah sakit di Kabupaten Nganjuk.

Ia juga mempunyai izin praktik sebagai dokter umum yang hingga saat ini masih berlaku.

"Cuma dokter umum biasa," jelasnya.

Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono menjelaskan dalam kasus aborsi ini pihaknya menangkap empat tersangka yakni dr Wibowo, Sumiadi, dan kedua pasien sekaligus tersangka yang mengaku pasutri Dewi Setia Budi Kurniawati (28) dan Irman Rifai (44).

Menurut Joko, tersangka Dewi Setia Budi Kurniawati masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sedangkan untuk kepentingan penyelidikan polisi mengamankan janin bayi hasil aborsi tersebut.

"Janin bayi dibawa ke Lafor Polda Jatim," pungkasnya.

Editor: imam rosidin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help