TribunBali/

Tragis, Begini Kronologis Ibu dan Ketiga Anaknya Ditemukan Tewas Berpelukan Akibat Kebakaran

Purnomo menjelaskan, empat korban ditemukan tewas di dalam kamar mandi lantai dua. Penyebab kebakaran belum dapat diketahui.

Tragis, Begini Kronologis Ibu dan Ketiga Anaknya Ditemukan Tewas Berpelukan Akibat Kebakaran
Tribunnews.com / Denni Destryawan
Kebakaran di Palmerah, Jumat (4/8/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Detik-detik menegangkan sebelum si jago merah melahap rumah beserta empat korban jiwa di Jalan Semangka, Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (4/8/2017) siang.

Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Jakarta Barat Komisaris Purnomo menerangkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.15 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Prasetya (24) terdengar teriakan dari dalam rumah, "Api, api!"

"Yang bersangkutan (saksi) sepulang dari Salat Jumat melihat api dari lantai dua rumah. Dan mendengar ada anak kecil yang berteriak teriak menyatakan api-api," kata Purnomo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/8/2017).

 
Purnomo mengatakan, dalam peristiwa memilukan ini, rumah dua lantai berukuran 4x3 meter hangus terbakar. Satu keluarga meninggal dunia, satu orang Ibu bernama Fitriana (38), Salsa (8), Kirana (4), dan Tiara (4).

"Korban seorang janda. Kirana dan Tiara merupakan anak kembar," katanya.

Fitriana yang terhentak mendengar teriakan anak-anaknya itu, berusaha untuk menyelamatkan mereka di yang berada di lantai dua rumah. Nahas, saat berusaha menyelamatkan anak-anaknya, mereka terjebak di lantai dua. Karena api begitu cepat menjalar dari lantai dasar.

"Fitriana (korban) berlari dari arah bawah menuju ke atas, namun karena api sudah membesar, empat korban terjebak di lantai dua dan meninggal dunia," kata Purnomo.

Purnomo menjelaskan, empat korban ditemukan tewas di dalam kamar mandi lantai dua. Penyebab kebakaran belum dapat diketahui. Api berhasil dipadamkan pada pukul 14.10 WIB.

"Para korban ditemukan dalam kondisi berpelukan. Diduga meninggal dunia karena luka bakar dan kehabisan oksigen," ucap Purnomo.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Rompis Romlih menerangkan, kebakaran diduga disebabkan oleh anak kecil yang bermain api," ujar Rompis.

Api berhasil dipadamkan, setelah 14 unit Mobil Pemadam Kebakaran dikerahkan. Kini, korban telah dievakuasi. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.

"Pemadaman selesai. Lanjut proses evakuasi jenazah," kata Rompis. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help