TribunBali/

Per 1 Oktober, Jalan Tol Bali Mandara Hanya Terima Transaksi Non Tunai!

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, maka pada 1 Oktober 2017 seluruh jalan tol di Indonesia hanya akan menerima transaksi non tunai

Per 1 Oktober, Jalan Tol Bali Mandara Hanya Terima Transaksi Non Tunai!
Tribun Bali
Tol Bali Mandara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, maka pada 1 Oktober 2017 seluruh jalan tol di Indonesia hanya akan menerima transaksi non tunai menggunakan uang elektronik (Unik).

Sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Bank Indonesia (BI) menyepakati kerjasama untuk meningkatkan elektronifikasi di jalan tol.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Nomor 19/5/NK/GBI/2017 dan 06/PKS/M/2017 tanggal 31 Mei 2017 oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dengan Gubernur BI, Agus Martowardoyo, tentang kerjasama dan berkoordinasi.

Salah satunya terkait penerapan transaksi tol non tunai dalam mendukung GNNT.

Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Azka Subhan, bakal melakukan pertemuan intensif dengan perbankan di Bali untuk membahas hal ini.

Guna mempersiapkan transaksi non tunai di jalan tol, dengan menggunakan Unik dari masing-masing bank.

“Nanti kami kumpul lagi dengan perbankan, untuk merencanakan kampanye besar-besaran bersama pengelola jalan tol jelang 1 Oktober ini,” sebutnya dalam temu media di Bendega, Denpasar, Selasa (8/8/2017).

Akan ada 6 bank yang menyiapkan Unik di jalan tol, diantaranya BRI, BNI, Mandiri, BCA, BPD, dan BTN, yang bekerjasama dengan BI serta Jasamarga Bali Tol (JBT).

“Programnya sedang digodok bersama perbankan dan JBT,” imbuhnya.

Sehingga perbankan yang memiliki Unik, bisa mengoptimalkan penggunaan Uniknya di jalan tol, termasuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengguna jalan yang masih membayar tunai.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, menegaskan pula penggunaan Unik ini di jalan tol.

Bahkan pihaknya menyiapkan jalur putar balik, apabila pengguna jalan tol yang membayar tunai tidak mau menggunakan Unik.

“Per hari itu, ada 52 ribu kendaraan yang lewat jalan tol. Terdiri dari 54 persen mobil kecil dan roda empat, sementara sepeda motor porsinya 45 persen, dan mobil besar seperti truck hanya 1 persen. Nah yang menggunakan uang elektronik saat ini baru 15 persen saja, dari 52 ribu itu masih jauh. Inilah tugas kami bersama, dan kami ingin tahu kenapa sih masyarakat belum mau menggunkanan Unik ini dan apa masalahnya,” tegas Tito. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help