TribunBali/

Risiko Seks Oral Bukan Sipilis dan HIV, Namun Malah Memicu Kanker Lidah Dan Mulut, Bagaimana Bisa?

Kaitan HPV dengan kanker mulut, lidah, dan tenggorokan terbukti lewat puluhan penelitian.

Risiko Seks Oral Bukan Sipilis dan HIV, Namun Malah Memicu Kanker Lidah Dan Mulut, Bagaimana Bisa?
Net
KANKER LIDAH - Ilustrasi kesehatan mulut 

TRIBUN-BALI.COM - Risiko seks oral dalam menularkan penyakit menular seksual seperti sipilis dan HIV memang lebih rendah.

Namun tetap saja, seks oral tidak seaman yang dibayangkan sebab ternyata bisa memicu kanker lidah dan mulut.

Bagaimana bisa?

Seks oral rupanya menjadi salah satu pintu masuknya human papiloma virus (HPV).

National Health Service di Inggris menyatakan, 90 persen orang yang aktif secara seksual akan terpapar HPV dari berbagai strain.

Ada puluhan strain atau jenis HPV yang kini telah diketahui.

HPV yang masuk umumnya bisa hilang sendiri dari tubuh dalam kurun waktu 2 tahun.

Namun, pada 2-3 persen individu, HPV bisa tetap tinggal di tubuh, menginfeksi sel skuamosa, dan akhirnya memicu mutasi sel yang ujungnya adalah kanker.

Kaitan HPV dengan kanker mulut, lidah, dan tenggorokan terbukti lewat puluhan penelitian.

Ulasan di jurnal JAMA Oncology pada 2017 merupakan salah satu publikasi yang mengulasnya, menyatakan bahwa kanker oral dan lidah dipicu oleh jenis HPV 16.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help