TribunBali/

Usai Minta Kawin Lagi, Suami Dihujamkan Bilah Pisau Berkali-kali di Kepala

Tak banyak wanita yang bisa rela untuk berbagi hati dan berbagi suami kepada wanita lain

Usai Minta Kawin Lagi, Suami Dihujamkan Bilah Pisau Berkali-kali di Kepala
World of Buzz
Suami yang terluka setelah minta izin berpoligami pada istrinya. 

TRIBUN-BALI.COM, MALAYSIA - Poligami memang adalah sebuah keputusan yang masih sering menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Tak banyak wanita yang bisa rela untuk berbagi hati dan berbagi suami kepada wanita lain.

Tentunya, tak heran jika banyak wanita yang merasa tersinggung atau bahkan kecewa jika suaminya melakukan poligami dalam hubungan rumah tangganya.

Seperti yang terjadi oleh seorang suami yang berusia 55 tahun di Malaysia ini.

Melansir dari World of Buzz pada Rabu (9/8/2017), pria ini mengalami hal buruk setelah dirinya meminta izin pada istrinya untuk menikah lagi.

Kejadian ini terjadi pada Kamis (3/8/2017) silam, di rumah pasangan suami istri yang terletak di Kampung Manek, Urai Lama, Kelantan, Malaysia.

Jelas, istrinya yang sudah berusia 58 tahun ini tidak suka dengan permintaan suaminya tersebut.

Hal itu membuatnya menjadi gelap mata dan mengambil pisau dari dapur dan menuju ke kamar untuk menusuk suaminya yang sedang tidur.

Suami yang malang tersebut pun tidak bisa menghindari serangan sang istri dan menderita luka di kepalanya, di belakang leher, dahi, dan juga lengan kanan.

Pascakejadian, pria yang tidak diketahui namanya ini langsung dilarikan ke Klinik Manek Urai dan mendapatkan 15 jahitan di kepala dan dahinya.

Meski begitu, tidak ada laporan polisi yang diajukan dan pasangan tersebut pun sudah melakukan rekonsiliasi.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Polisi Kuala Krai, Deputi Inspektur Zulkarnain Ismail Al Haj.

Kejadian ini pun menjadi viral di media sosial dan membuat banyak netizen memberikan tanggapan yang beragam atas peristiwa yang dialami pria ini. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help