TribunBali/
Home »

Bali

Gempar, Penjaga Kolam Lila Harsana Kerauhan dan Lari ke Jalan: ‘Saya Ratu Niang, Tersakti di Bali’

Ajaibnya palinggih Pangayeman Puri Klungkung tetap berdiri kokoh. Peristiwa unik pun kembali terjadi Kamis (10/8/2017) pagi.

Gempar, Penjaga Kolam Lila Harsana Kerauhan dan Lari ke Jalan: ‘Saya Ratu Niang, Tersakti di Bali’
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Penjaga kolam renang Lila Harsana, I Komang Sumadana kerauhan, Kamis (10/8/2017). 

Ia terus memeringatkan agar jangan sampai memugar Pangayeman Puri Klungkung di kolam Lila Harsana.

“Harus dipisahkan juga antara kolam renang dan panyiraman Ida Ratu Niang yang ada di sisi timur laut. Kolam renang itu sekala, kalau panyiraman itu nanti dapat digunakan untuk malukat. Kalau sakit, seluruh warga di Bali bisa malukat di panyiraman itu,” ungkapnya.

Setelah dari Palinggih Pajenengan Puri Agung Klungkung, Sumadana lalu kembali berlari menuju Pamedal Agung peninggalan Kerajaan Klungkung.

Di lokasi itu lalu dia diberikan tirta oleh petugas kepolisian hingga akhirnya dapat diam sejenak.

Ia lalu duduk di area Kerta Gosa dengan tubuh yang bercucuran keringat. Ia juga tampak sangat kelelahan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Klungkung, I Gusti Ketut Kaler, yang menyaksikan peristiwa tersebut mengaku akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, I Nyoman Mudarta.

“Meskipun hal ini di luar nalar kita, tapi inilah kepercayaan kita sebagai orang Bali. Saya akan sampaikan apa yang terjadi hari ini apa adanya ke Pak Kadis, dan nanti biar beliau yang menyampaikannya ke bupati atau sekda,” ungkap Gusti Kaler.

Rabu pagi, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, bersama wakilnya, Made Kasta, sempat mendatangi lokasi robohnya tembok panyengker kolam tersebut.

Di lokasi, Suwirta meminta dinas terkait untuk segera menangani.

Selain penanganan dalam waktu dekat berupa pembersihan puing, Suwirta juga menginstruksikan segera dibuatkan perencanaan untuk mengembangkan kolam peninggalan Puri Klungkung tersebut.

“Kita akan kembangkan sebagai salah satu penunjang city tour Kota Semarapura, ” ujar Suwirta di hadapan Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra.

Keberadaan kolam renang Lila Harsana juga diharapkan bisa dikembalikan seperti zaman dulu aehingga memiliki daya tarik dan dikembangkan menjadi  destinasi wisata yang menjadi satu kesatuan dengan Kertagosa dan Puri Klungkung.

Tembok panyengker yang roboh tersebut memiliki panjang 30 meter dan tinggi tiga meter.

Robohan tembok menimpa dua palinggih, yakni Palinggih Padmasana di sisi timur yang mengalami kerusakan parah di bagian atasnya.

Sementara palinggih lainnya merupakan Palinggih Pangayeman Puri Klungkung yang berada tepat di tengah-tengah robohan tembok.

Meskipun sempat tertimpa material, namun ajaibnya Palinggih Pangayeman Puri Klungkung tetap berdiri dengan kokohnya.

Kolam renang Lila Harsana dibangun sejak tahun 1930 atau sejak pemerintahan Belanda di Klungkung.

Kawasan tersebut dahulu diyakini sebagai areal kolam yang menjadi bagian dari Kerajaan Klungkung dan merupakan tempat permandian raja-raja.

Seiring berkembangnya waktu, areal tersebut diubah dan dikembangkan menjadi kolam renang umum yang saat ini dikelola oleh Pemkab Klungkung.

Selama ini, kolam Lila Harsana dijaga oleh Sumadana yang bertatus sebagai pegawai kontrak di lingkungan Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Klungkung. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help