TribunBali/

Danamon Bukukan Pertumbuhan Laba Bersih Sebesar 18 Persen di Semester I 2017

Danamon terus meningkatkan kualitas aset melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden, serta proses collection dan credit recovery

Danamon Bukukan Pertumbuhan Laba Bersih Sebesar 18 Persen di Semester I 2017
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Gusti Agus Indrawan, Regional Head PT Bank Danamon Bali-Nusa Tenggara (kanan), Bersama Abrahm Sihaloho, SAVP-External Affairs Head Group Marketing PT Bank Danamon Indonesia , Tbk (kiri) Saat temu Media di Sanur, Denpasar, Jumat (11/8/2019) 

Selain itu, ia tetap menjaga hubungan baik dengan konsumen, khususnya dalam penagihan kredit agar tidak macet.

Portofolio kredit Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market. Danamon membukukan pertumbuhan pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM), enterprise dan mortgage.

“Non-mass market itu maksudnya, dulu kan Danamon rodanya bergerak dari kredit baik itu Adira Finance dan kredit mikro. Nah melihat kondisi saat ini, kredit non-mass market adalah kredit mikro, sedangkan kondisi mikro saat ini susah. Nah kami tidak bisa bertahan terus untuk mengejar kredit di mikro karena kredit mikro besar, persaingan juga banyak. Nah untuk mikro, kami lebih menekankan untuk menjaga kualitas kredit tersebut,” jelasnya.

Baik itu mengejar collection, debitur yang macet sehingga pihaknya fokus ke kredit UKM, enterprise, dan mortgage yang berpotensi sekarang digarap.

Kredit pada segmen UKM tumbuh 9 persen menjadi Rp 26,7 triliun. Portofolio Enterprise, terdiri dari perbankan korporasi, komersial, dan institusi keuangan, tumbuh 6 persen menjadi Rp 37,1 triliun.

Sementara kredit mortgage tumbuh 25 persen menjadi Rp 4,9 triliun. Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 4 persen menjadi Rp 119,8 triliun pada akhir semester I 2017 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bahkan di tengah lemahnya industri otomotif, pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Didorong oleh segmen kendaraan roda dua dan empat. Pembayaran Adira Finance pada akhir semester I 2017 sebesar Rp 44,6 triliun,” imbuhnya.

Sedangkan kredit segmen mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) turun 32 persen menjadi Rp 8,5 triliun karena kompetisi dari permintaan yang menurun. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: ady sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help