TribunBali/
Home »

Bali

Heboh Kerauhan di Kolam Lila Harsana Peninggalan Raja Klungkung, Ida Dalem Tak Tahu Pasti Ratu Niang

Panglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semaraputra, turut angkat bicara terkait peristiwa kerauhan yang dialami penjaga kolam Lila Harsana

Heboh Kerauhan di Kolam Lila Harsana Peninggalan Raja Klungkung, Ida Dalem Tak Tahu Pasti Ratu Niang
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kolam renang Lila Harsana tampak tanpa aktivitas setelah ditutup, Jumat (11/8/2017). Inzet: Panglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semaraputra. 

Ia mengangkat tangannya, dan meminta siapa saja yang ada di sekitarnya untuk tidak mendekat.

“Saya adalah Ratu Niang, saya orang tersakti di Bali. Kalau berani memugar Pengayeman Puri Klungkung, nanti akan terjadi musibah. Di sana ada pasiraman Ida! Mana Bapak Bupati? Mana Bapak Bupati? Temui saya,” ujarnya dengan nada meninggi.

Sekitar 15 menit barada di Pamedal Agung, Sumadana kemudian berlari menuju Puri Klungkung yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari areal Kertha Gosa.

Ia bergegas sembari terus memukul dadanya. Matanya memerah.

Sumadana lalu berlari menuju Palinggih Panyimpenan Puri Agung Klungkung yang berada di timur Puri Agung Klungkung.

Sebelum masuk ke areal pura, ia sempat menari.

Ia terus memeringatkan agar jangan sampai memugar Pangayeman Puri Klungkung di kolam Lila Harsana.

“Harus dipisahkan juga antara kolam renang dan panyiraman Ida Ratu Niang yang ada di sisi timur laut. Kolam renang itu sekala, kalau panyiraman itu nanti dapat digunakan untuk malukat. Kalau sakit, seluruh warga di Bali bisa malukat di panyiraman itu,” ungkapnya.

Setelah dari Palinggih Pajenengan Puri Agung Klungkung, Sumadana lalu kembali berlari menuju Pamedal Agung peninggalan Kerajaan Klungkung.

Di lokasi itu lalu dia diberikan tirta oleh petugas kepolisian hingga akhirnya dapat diam sejenak.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help