TribunBali/

Hilang di Laut, Ini yang Dilakukan 4 Anggota TNI untuk Bertahan Hidup

dilaporkan hilang saat bertugas di pulau terluar di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hilang di Laut, Ini yang Dilakukan 4 Anggota TNI untuk Bertahan Hidup
(Dokumen Kapenrem Wira Sakti Kupang)
Empat anggota TNI yang dilaporkan hilang, berhasil ditemukan oleh Tim SAR Kupang 

TRIBUN-BALI.COM - Kapenrem 161/Wira Sakti Kupang, Mayor Armed Ida Bagus Diana Sukertia, mengapresiasi cara yang dilakukan oleh empat orang anggota TNI AD, yang dilaporkan hilang saat bertugas di pulau terluar di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Sukertia, perjuangan empat orang anggota TNI untuk bertahan saat perahu yang ditumpangi mengalami mati mesin di laut lepas sungguh luar biasa.

"Mereka melihat lampu kapal Basarnas. Untuk kontak dengan tim Basarnas, mereka memanfaatkan minyak di tangki atau jeriken dan kertas, lalu dinyalakan untuk membuat cahaya atau signal untuk diketahui tim Basarnas. Ternyata ini cara efektif untuk mengetahui kedudukan mereka," kata Sukertia kepada Kompas.com, Jumat (11/8/2017) malam.

Sukertia mengatakan, untuk menjaga pulau terluar, tidaklah gampang dan penuh tantangan berupa keterbatasan kelengkapan peralatan yang digunakan.

"Ternyata tanpa diduga mesin tempel di perahu karet yang mereka gunakan mati. Meski mereka berusaha mendayung, tetapi arus laut lebih kuat dan terbawalah mereka selama 24 jam, sampai akhirnya mereka ditemukan," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, empat orang anggota TNI Angkatan Darat dari Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Batek, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat dikabarkan hilang.

Mayor Armed Ida Bagus Diana Sukertia mengatakan, empat anggota TNI itu yakni Praka Ronal, Pratu Agung, Pratu Sudarman, Pratu Ardi, dilaporkan hilang sejak Kamis (10/8/2017) kemarin.

"Setelah dilakukan pencarian oleh Basarnas, pada Jumat (11/8/2017) sekitar pukul 19.49 wita, keempat personel sudah ditemukan dan naik ke kapal dalam keadaan selamat dan aman," kata Sukertia.

Kapenrem 161/Wira Sakti Kupang, Mayor Armed Ida Bagus Diana Sukertia mengatakan, empat anggota TNI itu yakni Praka Ronal, Pratu Agung, Pratu Sudarman, Pratu Ardi, dilaporkan hilang sejak Kamis (10/8/2017).

Saat ini lanjut Sukertia, empat personel TNI itu, sudah dibawa menuju pelabuhan navigasi dengan jarak tempuh tiga jam dari posisi mereka saat ini.

Menurut Sukertia, empat anggota TNI itu, berangkat dari Pulau Batek menuju Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, dengan perahu karet untuk belanja kebutuhaan logistik dapur.

"Saat mereka menyeberang ke Oepoli berjalan aman. Namun saat perjalanan pulang menuju Pulau Batek, mesin perahu karet atau Landing Craf Rubber dengan menggunakan mesin tempel ini mati, sehingga diperkirakan perahu karet terombang-ambing dan terbawa arus gelombang laut," katanya.

Editor: imam rosidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help