TribunBali/

Tanahnya Terancam Diserang Rudal Korut, Warga Guam Hanya Punya Waktu Segini Untuk Lari

Pria bertubuh gempal itu mengatakan, meski mencoba tenang ancaman Korea Utara tetap terngiang di benaknya.

Tanahnya Terancam Diserang Rudal Korut, Warga Guam Hanya Punya Waktu Segini Untuk Lari
http://www.telegraph.co.uk

Jika Guam benar-benar diserang, maka tak banyak waktu bagi warga pulau itu untuk berlindung atau melarikan diri.

Penasihat Keamanan Guam George Charfauros pada Jumat (11/8/2017) mengatakan, misil itu hanya membutuhkan waktu 14 menit untuk tiba di pulau tersebut sejak ditembakkan dari Korea Utara.

Apakah fakta itu membuat warga Guam panik? Ternyata seperti Martinez warga lain di pulau itu tetap menanggapi ancaman tersebut dengan santai.

Salah satu hal yang membuat warga Guam tenang adalah keberadaan pangkalan militer AS yang mencakup hampir sepertiga wilayah pulau tersebut.

Warga Guam nampaknya yakin, militer AS dengan segala peralatannya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi skenario yang paling buruk.

Meski demikian, bukan berarti warga Guam sama sekali tak khawatir. Setidaknya itulah yang disampaikan Jodiann Santos, staf di Museum Guam.

"Kami diminta tetap tenang karena kami terlindungi dengan baik. Namun kenyataannya kami bisa berada di sini hari ini dan mati di esok hari," ujar Jodiann.

Untuk menenangkan warga, Gubernur Guam Eddie Calvo mengatakan, pulau itu aman terlindungi termasuk dengan sistem pertahanan anti-misil THAAD yang dirancang khusus untuk menembak jatuh misil balistik.

"Tak ada kepanikan di Guam. Saya bukan ingin meremehkan situasi. Kami memahami adanya ancaman, tetapi kami juga tak ingin menakuti warga dan tak ingin menyimpulkan sesuatu berdasarkan retorika," ujar Salvo.

Kembali ke pantai tempat Marco Martinez memancing.

Pria bertubuh gempal itu mengatakan, meski mencoba tenang ancaman Korea Utara tetap terngiang di benaknya.

"Kadang saya merasa warga ketakutan tetapi tak ingin memperlihatkannya, tak ingin mengekspresikan ketakutan itu," kata Martinez.

"Manusia memang seperti itu, mereka tak ingin ketakutan di dalam hatinya diketahui," lanjut Martinez. (*) 

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help