Enggan Pasang Bendera Merah Putih, Minimarket Ini Ditutup Warga

Kepala Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Subandono memimpin warganya menutup satuminimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospat

Enggan Pasang Bendera Merah Putih, Minimarket Ini Ditutup Warga
(KOMPAS.com/Subandono)
Inilah minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng yang ditutup warga menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan di lokasi untuk memperingati HUT RI ke-72, Selasa ( 15/8/2017). 

TRIBUN-BALI.COM - Kepala Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Subandono memimpin warganya menutup satu minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng.

Penutupan ini menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan.

Padahal, menurut Subandono, memasang bendera merah putih menjelang perayaan HUT RI itu wajib bagi warga negara yang menghormati para pahlawan.

"Ketua RT dan warga sekitar sudah memperingatkan agar minimarket memasang bendera merah putih tapi tidak dihiraukan. Makanya saya pimpin langsung warga untuk menutup minimarket itu" ujar Subandono saat dihubungi Kompas.com, Selasa ( 15/8/2017) malam.

Subandono menyayangkan pemilik minimarket yang enggan memasang bendera merah putih.

Kekecewaannya makin memuncak tatkala mengetahui karyawan minimarket itu belum memasang bendera merah putih karena belum ada perintah dari atasannya.

 Sebenarnya, sambung Subandono, imbauan pemasangan bendera merah putih dan umbul-umbul sudah disampaikan jauh hari kepada manajemen minimarket tersebut.

Sesuai edaran Pemkab Ngawi, pemasangan bendera dilakukan sejak 24 Juli 2017 lantaran sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Ngawi.

 "Begitu mendapat edaran itu saya beritahukan kepada warga dan mereka langsung membeli bendera dipasang di depan rumah masing-masing. Bahkan warga kami yang tinggal di pelosok karena rasa cinta tanah air juga memasang bendera merah putih, " tuturnya.

Subandono menjelaskan, tidak dipasangnya bendera merah putih menunjukkan pemiliknya tidak memiliki rasa cinta tanah air.

Menurutnya, bila pemilik belum memerintahkan memasang bendera merah putih semestinya karyawannya patungan membeli bendera.

"Tadi sempat kami tanya mengapa mereka belum pasang bendera merah putih. Alasannya menunggu pimpinan. Padahal mereka bisa patungan untuk membeli bendera tanpa harus menunggu perintah pimpinannya," kata Subandono.

Setelah ditutup warga, karyawan minimarket itu akhirnya memasang bendera merah putih. Ia mengharapkan peristiwa itu tak terulang lagi ke depannya. (*)

Editor: imam rosidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved