TribunBali/

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Jadi Pemerintah Daerah Pertama yang Kolaborasi Bersama Gojek

Namun Banyuwangi justru berkolaborasi bersama Gojek untuk meningkatkan pelayanan publik.

Banyuwangi Jadi Pemerintah Daerah Pertama yang Kolaborasi Bersama Gojek
Surya
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat mengunjungi kantor Gojek Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Di beberapa daerah kehadiran perusahaan pengembang platform teknologi informasi, seperti Gojek Indonesia masih menjadi pertentangan.

Namun Banyuwangi justru berkolaborasi bersama Gojek untuk meningkatkan pelayanan publik.

Senior Vice President Operations Gojek, Arno Tse, mengapresiasi respons Pemkab Banyuwangi yang ingin menjadikan kehadiran Gojek di daerah tersebut, sebagai penunjang pelayanan publik, di luar layanan Gojek pada umumnya, seperti pengantaran orang, barang, dan pesan antar makanan-minuman.

"Bagi kami ini yang pertama ada respons pemerintah daerah seperti Banyuwangi. Ini iklim bagus bagi pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Tentu kami punya visi sosial, dan kami juga sudah mulai rangkul UKM-UKM kuliner, kami dampingi masuk jaringan layanan Go-Food, dan lainnya" ujar Arno, Sabtu (19/8/2017).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mendatangi kantor Gojek Indonesia di Jakarta, Jumat (18/8/2017) malam.

"Sebelum ke kantor Gojek, kami tanda tangani kerja sama pengembangan bandara di Kementerian Perhubungan, setelah itu diundang ke kantor Gojek sebagai tindak lanjut kunjungan mereka ke Banyuwangi beberapa waktu lalu. Kami mulai rumuskan apa yang bisa dikolaborasikan, karena sekarang ini eranya kolaborasi, tidak bisa jalan sendiri-sendiri," kata Anas.

Anas mengatakan, ada beberapa hal yang dikolaborasikan.

Di antaranya pelayanan kesehatan, terutama antar-jemput warga sakit.

Pemkab Banyuwangi akan menyediakan tiga pos, yaitu di dua rumah sakit milik daerah dan satu Puskesmas.

Dengan cara itu, armada yang ada di rumah sakit milik daerah bisa membantu Puskesmas lain yang membutuhkan.

"Teknisnya masih dibahas di Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, dan Gojek. Intinya, kehadiran Gojek di Banyuwangi ini saya ingin bukan hanya untuk bisnis sebagaimana fitur-fitur yang sudah ada di mereka, tapi juga mengusung misi sosial. Dan ini selaras dengan model kewirausahaan sosial yang memang dikerjakan Gojek sejak awal," kata bupati berusia 44 tahun ini.

Anas ingin kehadiran Gojek ikut menggerakkan ekonomi lokal di Banyuwangi, baik dari sisi mitra pengemudi maupun pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) khususnya UKM kuliner.

"Aplikasi Gojek sudah diunduh 44 juta pengguna, sudah familiar, termasuk bagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi. Misalnya, mereka bisa pesan makanan sambil santai malam hari di hotel. Dan saya minta Gojek merangkul UKM kuliner di gang-gang sempit, mereka UKM yang tidak punya dana untuk sewa ruko di pinggir jalan utama, tapi punya cita rasa kuliner yang enak," ujarnya. (haorrahman)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help