TribunBali/

Babi dan Streptococcus Meningitis di Bali

Sangat disayangkan pemasukan babi jenis baru ini, membawa beberapa penyakit yang sebelumnya tidak dikenal di Bali

Babi dan Streptococcus Meningitis di Bali
Tribunnews
Ilustrasi babi. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ternak babi sangat berarti bagi masyarakat Bali yang mayoritas penganut Agama Hindu.

Pada hari besar keagamaan, hidangan makanan mengandung daging babi selalu tersedia. Sebelum 1970-an, ternak babi asli bali berwarna hitam, berukuran kecil.

Selanjutnya pemerintah meningkatkan mutu babi melalui penyilangkan dengan babi  saddle back. Maka munculah keturunan berwarna hitam dengan bagian perut seperti memakai sabuk putih.

Seiring perjalanan waktu di luar Bali telah banyak babi keturunan impor yang berukuran besar dan pertumbuhannya cepat. Babi jenis landrace yang berwarna putih ini dimasukkan ke Bali dan sekarang mendominasi populasi babi di Bali, karena memberikan keuntungan lebih besar.

Teknologi kawin suntik (artificial insemination) sudah diaplikasikan cukup luas di Bali. Dari seekor pejantan terpilih, dengan sekali penampungan semen (mani) cair,  bisa dipakai mengawini puluhan betina.

Sekarang jarang terlihat orang menuntun babi jantan sebagi pemacak,  mendatangi betina yang mau dikawinkan. Peran babi jantan, (maaf) di “ambil alih” petugas inseminator dengan peralatan dan keahlian  khusus.

Limbah makanan dari hotel dan restoran yang melimpah di Bali  menjadi santapan lezat bagi babi. Hotel tidak perlu membuang sendiri limbah makanan, karena ada yang memanfaatkan untuk  pakan babi. Cara demikian tentu sangat membantu mengurangi volume sampah yang di TPA.

Sangat disayangkan pemasukan babi jenis baru ini, membawa beberapa penyakit yang sebelumnya tidak dikenal di Bali. Penyakit baru tersebut antara lain hog cholera, streptococcosis dan terakhir  Porcine Epidemic Diarrhoea (PED).

Namun hal ini tidak perlu dkhawatirkan, karena Bali mempunyai laboratorium yang mampu mendiagnosis penyakit tersebut. Di samping itu ada banyak praktisi  dokter hewan tersebar di pelosok Bali, yang bisa dimintai jasa vaksinasi, kawin suntik, pengobatan, dll.

Streptococcosis

Halaman
123
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help