TribunBali/

Ultimatum Telkom Soal Gangguan Satelit, YLPK Bali : Perbankan Harus Jamin Dana Nasabah Aman

Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali pun, kata dia, meminta pihak bank menjamin data dan dana nasabah aman pasca terjadinya gangguan di ATM

Ultimatum Telkom Soal Gangguan Satelit, YLPK Bali : Perbankan Harus Jamin Dana Nasabah Aman
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terjadinya gangguan satelit Telkom-1, yang menyebabkan terjadinya gangguan layanan konsumen dalam bertransaksi lewat ATM, menyebabkan banyak komplain nasabah bank di Bali.

Bahkan komplain pun disampaikan ke lembaga konsumen. Menurut Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali, I Putu Armaya, mengatakan banyak konsumen komplain dan menanyakan hal tersebut, ada juga yang sekedar konsultasi masalah hukum.

Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali pun, kata dia, meminta pihak bank menjamin data dan dana nasabah aman pasca terjadinya gangguan di ATM ini.

Sebab sesuai Pasal 4 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), konsumen memiliki hak atas kenyamanan dan keamanan dalam mengkonsumsi layanan barang dan jasa,  dalam hal ini layanan jasa perbankan.

Armaya ‎menilai kenyamanan, keamanan, dan keselamatan data nasabah, juga perlu diperhatikan agar kepercayaan mereka terhadap bank tidak pudar.  

“Perlu diketahui dalam UU Konsumen, pihak bank harus menjelaskan secara jujur terkait hal tersebut, jangan sampai gangguan masalah satelit banyak nasabah tidak tahu menahu, dengan kondisi gangguan Ratusan ATM di Bali. Sehingga membuat konsumen tidak nyaman, dalam pelayanan perbankan. Untuk itu pihak perbankan harus menjamin, dan menyampaikan kepada konsumen agar dana mereka di bank aman, komunikasi ini sangat penting,” katanya.

Menurutnya, jika penjelasan tersebut disampaikan secara jujur dan transparan maka nasabah bisa memaklumi.‎ Namun, apabila akibat gangguan tersebut kemudian data konsumen raib apalagi uang tersimpan hilang, maka bisa berdampak panjang dan konsumen sangat dirugikan, dan hal ini akan berdampak masalah hukum.

Armaya mendesak perbankan ke depannya memberikan rasa aman dan nyaman, serta memiliki manajemen antisipasi jika hal tersebut terjadi lagi. Armaya juga mengultimatum Telkom selaku penyedia jasa satelit, agar tidak mengulangi kembali kejadian tersebut.

“Campur tangan pemerintah melalui kementrian terkait juga penting, jika satelit sudah lama bisa digantikan yang lebih canggih dan modern,  bangsa kita jangan mau kalah dengan bangsa lain. Tujuannya untuk melindungi masyarakat ke depan,  sehingga Jangan terulang yang menyebabkan akan terjadi kerugian konsumen,” tegasnya.

Oleh sebab itu, bank harus berani memberikan jaminan, Jika saja ada nasabah sampai raib akibat kasus di atas konsumen diimbau segera melaporkan ke OJK, dan lembaga konsumen yang siap mengadvokasi dan memberikan bantuan hukum, agar konsumen tidak terus-menerus dirugikan dalam pelayanan perbankan.

“Konsumen jangan ragu jika sampai dananya raib, akibat kasus satelit di atas untuk melapor. Sanksi dalam UUPK pidana penjara 5 tahun, dan denda paling banyak Rp 2 miliar, bagi pelaku usaha yang tidak mampu memberikan kenyamanan dan keamanan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa,” sebutnya. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help