TribunBali/

Abdi Negara Sebut Dunia Usaha Belum Menentu

Anomali di dunia ekonomi dan bisnis yang terjadi membuat pemain-pemain besar bisnis nasional terjungkal

Abdi Negara Sebut Dunia Usaha Belum Menentu
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Abdi Negara (ujung kanan) bersama Christian F. Guswai di Keramas Aeropark 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – I Made Abdi Negara, Sekretaris Aprindo Bali, mengatakan situasi ekonomi yang masih belum menentu secara global, dan anomali yang dirasakan dunia usaha nasional, membuat ketidakpastian dalam dunia usaha.

“Namun di sisi lain, seluruh lini usaha dituntut untuk terus bergerak maju,”  kata pria yang juga Fasilitator Bhakti Business Assistance, ini di sela persiapan Workshop Ritel How To Operate Your Retail Business Effectively Yet Efficiently  yang akan di gelar pada 4–5 September 2017, di Inflight Function Cabin, Keramas Aero Park (Inflight Restaurant & Bar), Jumat (1/9).

Menurut Abdi, anomali di dunia ekonomi dan bisnis yang terjadi tidak hanya membuat pemain-pemain besar bisnis nasional terjungkal, tetapi pemain kecil yang terdiri atas usaha mikro dan menengah juga harus berhati–hati dalam mengelola usahanya.

“Butuh ekstra fokus dan penggunaan source secara efektif dan efisien, untuk bisa bertahan dan berkembang dalam situasi seperti sekarang ini,” katanya. Pengusaha 30 tahun ini menolak keras, adanya anggapan bahwa menghadapi situasi seperti sekarang, pengusaha harus wait and see.

“Ini adalah pernyataan keliru, kita harus terus bergerak untuk bisa survive, bergerak bukan berarti harus menambah usaha. Pergerakan bisa dilakukan di internal dengan perbaikan manajemen dan fokus pada pengelolaan usaha yang berorientasi pada manajemen yang efektif dan efisien,” imbuhnya. 

Untuk mendorong gairah bergerak tersebut, ia mengatakan diperlukan pelatihan dan workshop kepada pelaku usaha, khususnya pelaku usaha UMKM.

“Maka workshop yang diselenggarakan Bhakti Business Assistance ini, nanti memberikan kesempatan pada 2 UKM setiap bulan, untuk mengikuti workshop tersebut secara gratis. Ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh pelaku usaha mikro,” katanya.

Namun Tim Bhakti, kata dia, akan menghubungi dan mengarahkan tata cara serta kriteria untuk bisa mengikuti secara gratis.

Workshop ini, kata dia, akan mengundang Christian F. Guswai, Trainer, Praktisi, dan Penulis 8 Buku Retail Excellence Series, yang telah menangani banyak perusahaan ritel lokal, nasional dan multinasional. 

Selain membahas bagaimana mengelola usaha ritel secara efektif dan efisien, workshop selanjutnya juga akan membahas tentang bagaimana strategi untuk mengendalikan kehilangan barang dagangan dalam bisnis ritel melalui Mini Workshop ‘8 Kupas Rahasia Mengendalikan Kehilangan/Shrinkage Dalam Bisnis Ritel’ yang akan diselenggarakan pada 20 September 2017. Serta 2 Days Workshop : How To Become An Effective yet Efficient Merchandiser pada 21–22 September 2017.

“Sebelumnya, Mini Workshop yang berjudul ‘10 Formula Anti Gagal Berbisnis Ritel’, sukses di gelar di Inflight Function Cabin Keramas Aero Park pada 12 Agustus 2017. Dari target 40 peserta, diikuti hinggal 46 peserta sehingga harus disediakan ekstra seat untuk peserta yang datang. Kami optimistis jika kita mau bergerak dan menggunakan waktu yang ada, untuk mendalami usaha yang dilakoni serta siap membangun jaringan, maka niscaya akan selalu ada jalan,” imbuhnya.

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help