TribunBali/

Sembilan Lembu Putih Kelilingi Lapangan Puputan, Diyakini Hewan Ini Tak Lewati Proses Kelahiran

Jika lembu membuang kotoran ada sejumlah pemedek yang bergantian mengambil air kencing sapi itu untuk dipercikkan ke rambut, bahkan mencuci wajah

Sembilan Lembu Putih Kelilingi Lapangan Puputan, Diyakini Hewan Ini Tak Lewati Proses Kelahiran
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Sembilan lembu putih kelilingi Lapangan Puputan, Jumat (1/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Gelar ritual dan kirab peringatan kelahiran Sri Ganesha dalam Ganesha Caturthi Festival, sembilan lembu putih kembali mengelilingi Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (1/9/2017) siang.

Sembilan lembu duwe dari Desa Pakraman Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, ini dikelilingi dalam acara kirab lembu putih Siwa Nandini Puja

Acara peringatan hari kelahiran Dewa Ganesha yang diselenggarakan oleh World Hindu Youth Organization (WHYO) ini sebetulnya sudah digelar di Bali sejak sebelas tahun silam.

Hanya saja, rangkaian kirab baru digelar sejak tahun 2015 silam.

"Acara ini untuk sosialisasi tentang keagungan hewan sapi. Karena masyarakat belum banyak tahu tentang keagungan hewan sapi. Jadi kita tempatnya disini, biar masyarakat bisa menghaturkan buah, dan lain sebagainya untuk hewan yang disucikan ini," kata panitia acara tersebut, Gusti Agung Ayu Komang Putri Lestari.

Sebelum mengelilingi patung catur muka sebanyak tiga kali, sembilan lembu putih itu ditempatkan di satu titik di tengah Lapangan Puputan.

Banyak masyarakat antusias penasaran melihat bentuk dan rupa lembu putih itu.

Sebelum kirab Lembu Putih Siwa Nandini Puja itu dilaksanakan, mereka juga menggelar kirab Ganesha dengan berdoa di hadapan patung Ganesha.

Setelah itu, barulah sembilan lembu duwe dari Taro itu diajak berkeliling dengan berjalan kaki dan diikuti oleh krama pengayah dari Taro, dan peserta kirab, dan juga panitia.

Kelian Adat Taro Kaja, Made Tagil Kumara Nata mengatakan, jumlah lembu putih yang dipopulasikan di Taro setiap tahun terus mengalami peningkatan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help