TribunBali/

Balita Tersambar Api Saat Ayah Bakar Sate di Panjer, Luka Balar Hampir 50 Persen

Jamaludin, bocah yang baru berusia tiga tahun (balita) tersebut menangis kesakitan di ruang IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (3/9/2017).

Balita Tersambar Api Saat Ayah Bakar Sate di Panjer, Luka Balar Hampir 50 Persen
Tribun Bali
Jamaludin (3) saat mendapat penanganan dan dirawat di ruang tindak IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (3/9). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jamaludin, bocah yang baru berusia tiga tahun (balita) tersebut menangis kesakitan di ruang IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (3/9/2017).

Sebagian kulit Jamaludin terlihat mengupas setelah tubuhnya terbakar api.

Peristiwa nahas tersebut terjadi berawal dari keteledoran Ahmad (30) ayah Jamaludin yang saat itu sedang membakar sate di halaman rumahnya di daerah Panjer, Renon, Denpasar, Bali sekitar pukul 14.30 wita.

Jamaludin bermain di dekat pemanggangan sate yang berisi arang api tersebut. Jeriken yang berisi minyak spritus ditaruh di dekat pemanggangan sate.

Saat Ahmad, sang ayah menghidupkan api, seketika api menyambar minyak spritus yang berada dekat dengan pemanggangan sate.

Jeriken berisi 1 liter minyak spritus tersebut langsung meledak dan merambat hingga membakar Jamaludin.

“Kami mau bakar sate. Saat saya hidupkan api, spritus tersebut meledak dan merambat ke badan dia (Jamaludin),” ungkap Ahmad dengan suara lirih.

Pria yang sehari-hari berjualan mainan anak-anak ini mengatakan, insiden nahas yang menimpa Jamaludin membuatnya panik.

Api dalam hitungan detik langsung membakar sebagian tubuh Jamaludin.

Akibat peristiwa tersebut, Jamaludin mengalami luka bakar hingga 45 persen.

Luka tersebut di antaranya berada di bagian wajah, kedua tangan dan bagian dada.

Jamaludin dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Jamaludin langsung mendapatkan penanganan medis di ruang tindakan IGD RSUP Sanglah, Denpasar.

Dikatakan Ahmad, berdasarkan keterangan tim medis, Jamaludin harus dirawat inap untuk mendapatkan penanganan intensif.  

“Disarankan dokter untuk dirawat inap. Kami tidak punya uang untuk biaya rumah sakit. BPJS juga kami tidak punya. Saya maunya dibawa pulang biar kami rawat dirumah,”  imbuh Ahmad.(*)

Penulis: Hisyam Mudin
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help