TribunBali/
Home »

Bisnis

» Makro

Harga Daging Ayam di Agustus 2017 Sumbang Inflasi Kota Denpasar

Agustus 2017 Kota Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,26 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,05.

Harga Daging Ayam di Agustus 2017 Sumbang Inflasi Kota Denpasar
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
ILUSTRASI - Pedagang ayam potong di depan Pasar Anyar Singaraja, Selasa (26/5/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada Agustus 2017 Kota Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,26 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,05.

Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 2,40 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, mencatat tingkat inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,46 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga beberapa barang/jasa, yang ditunjukkan naiknya indeks pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, sebesar 1,24 persen.

Kemudian kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,43 persen.

Kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok sandang sebesar 0,11 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,04 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,02 persen.

Dari inflasi pada Agustus 2017 sebesar 0,26 persen, komponen inti/core mengalami inflasi pada Agustus 2017 sebesar 0,23 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,15 persen.

“Komponen harga diatur pemerintah/administrative inflasi sebesar 0,61 persen dengan andil inflasi sebesar 0,12 persen. Sedangkan komponen bergejolak/volatile mengalami deflasi sebesar 0,01 persen dengan andil deflasi sebesar 0,01 persen,” katanya di Denpasar, Senin (4/9/2017).

Komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Agustus 2017 antara lain, daging ayam ras, telur ayam ras, pisang, apel, melon, rokok kretek, tarif angkutan udara, biaya sekolah SMP, biaya sekolah SD, dan biaya sekolah SMA.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga selama Agustus 2017 antara lain, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, jeruk, dan telepon seluler.

“Dari 82 kota tercatat 35 kota mengalami inflasi dan 47 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 1,09 persen dan inflasi terendah di Batam sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,08 persen dan terendah di Samarinda sebesar 0,03 persen.  Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-13 dari 35 kota yang mengalami inflasi,” katanya. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help