TribunBali/

Hari Pelanggan Nasional, BPJSTK Imbau Peserta Tak Buru-buru Tarik JHT

Memperingati hari pelanggan nasional, jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan turun melayani langsung, peserta

Hari Pelanggan Nasional, BPJSTK Imbau Peserta Tak Buru-buru Tarik JHT
Tribun bali/AA Seri Kusniarti
Direktur Pengembangan Investasi Amran Nasution, Saat Melayani Peserta BPJSTK di Kantor Cabang Bali Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memperingati hari pelanggan nasional, jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan turun melayani langsung, peserta di beberapa kantor cabang di Wilayah Indonesia. 

Semangat Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang jatuh pada 1 September 2017, sejalan dengan semangat pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) kepada para peserta.

Selama tiga hari, mulai (4/9/2017) sampai (6/9/2017) Jajaran Direksi akan melakukan pelayanan langsung kepada peserta di beberapa Kantor Cabang, beberapa diantaranya yang dikunjungi adalah Kantor Cabang Tangerang BSD dan Manado oleh Direktur Keuangan (Evi Afiatin), Kantor Cabang Surakarta oleh Direktur Perencanaan Strategis dan TI (Sumarjono), Kantor Cabang Malang oleh Anggota Dewan Pengawas (Syafri Adnan Baharuddin), Kantor Cabang Bali Denpasar oleh Direktur Pengembangan Investasi (Amran Nasution), dan Kantor Cabang Sorong oleh Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga (E. Ilyas Lubis).

“Salah satunya hari ini (5/9/2017), bukti kepedulian BPJSTK kepada pelangan, dan apresiasi kami menggunakan baju adat dalam melayani pelanggan di Bali khususnya Denpasar. Sebab peserta adalah segalanya, iuran dari mereka jadi kami wajib melayani sebaik-baiknya,” kata Amran Nasution sembari melayani peserta di  Kantor Cabang Bali Denpasar, Selasa.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan selama tiga hari ke depan, pihaknya dan Jajaran Direksi serta Dewan Pengawas, akan meninjau langsung kualitas layanan yang ada di beberapa Kantor Cabang, termasuk melayani peserta yang ada.

Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL, E. Ilyas Lubis, berharap agar para peserta bisa lebih bijak dalam mempersiapkan masa tua mereka.

Salah satu caranya dengan mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT), hanya pada saat memasuki usia pensiun dan tidak diambil untuk kepentingan konsumtif pada saat berhenti bekerja.

Ilyas mengimbau para pengusaha yang belum mendaftarkan perusahaan, dan pekerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan untuk segera mendaftarkan agar tidak merugikan pekerja dan terhindar dari konsekuensi hukum yang ada.

Sejalan dengan hal itu, Direktur Keuangan, Evi Afiatin menambahkan dengan dilakukannya penarikan JHT oleh peserta sebelum memasuki usia pensiun, akan mengakibatkan pekerja tersebut tidak memiliki perlindungan dan jaminan sosial pada saat pensiun nantinya yang justru biasanya sangat diperlukan. 

Di samping itu, kata dia, peserta akan kehilangan kesempatan mendapatkan manfaat hasil pengembangan investasi dana JHT yang hingga saat ini besarnya sekitar 2 persen di atas rata-rata bunga deposito.

“Sangat disayangkan apabila peserta JHT, mencairkan dananya untuk keperluan konsumtif saat ini dengan mengorbankan perlindungan hari tua yang sangat dibutuhkan kelak, dan tentu saja kesempatan untuk mendapatkan hasil pengembangan dengan besaran imbal hasil sulit didapat apabila ditempatkan di tempat lain, seperti di perbankan misalnya,” kata Evi. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help