TribunBali/

Kepala dan Punggung Korban Ditebas Parang di Jalan Tukad Badung, Sampai Kelihatan Otaknya!

Sudah dioperasi tapi saat ini belum sadar. Operasinya cukup lama. Luka di bagian kepalanya kata dokter sampai kelihatan otaknya

Kepala dan Punggung Korban Ditebas Parang di Jalan Tukad Badung, Sampai Kelihatan Otaknya!
BANJARMASIN POST/NIA KURNIAWAN
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Syarif (50) asal Sampang, Madura, Jawa Timur yang merupakan korban penebasan masih dalam kondisi kritis di ruang HICU, IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa (5/9/2017).

Siti Fatimah (42) istri korban mengatakan, Syarif suaminya sudah dilakukan tindakan operasi pada Senin (4/9/2017) semalam.

Dikatakan Siti, untuk operasi suaminya sendiri memakan waktu cukup lama.

Syarif menjalankan tindakan operasi mulai dari pukul 20.00 wita hingga selesai pada pukul 02.00 wita dini hari.

Operasi yang dilakukan terhadap Syarif diantaranya pada luka tebasan di bagian kepala dan punggung kiri.

"Sudah dioperasi tapi saat ini belum sadar. Operasinya cukup lama. Luka di bagian kepalanya kata dokter sampai kelihatan otaknya. Ada tulang kepalanya juga tidak bisa dipakai lagi karena takut infeksi, "ujar Siti saat ditemui di ruang IGD RS Sanglah, Selasa (5/9/2017).

Siti juga mengatakan biaya operasi Syarif suaminya sendiri menelan biaya sekitar Rp 50 juta.

Biaya tersebut diluar dari biaya kamar dan biaya pengobatan serta perawatan selama korban di rawat di rumah sakit.

"Untuk bayar saya belum tahu. Apa nanti dicicil perbulan juga saya belum tahu karena tidak ada jaminan. Kami gak punya BPJS, "imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Syarif ditebas di Jalan Tukad Badung 10, Panjer, Denpasar, Senin (4/9/2017) sekitar pukul 12.45 wita.

Syarif yang ditemui dalam kondisi bersimbah darah tersebut langsung dievakuasi ke RSUP Sanglah, Denpasar dengan menggunakan mobil ambulance BPBD Provinsi Bali.

Akibat peristiwa tersebut terjadi, Sarif mengalami luka tebasan pada bagian kepala serta luka tebasan pada bagian punggung belakang. (*)

Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help