TribunBali/
Home »

Bali

Citizen Journalism

Imunisasi Anjing dan Kucing Sangat Penting

Penyayang anjing dan kucing di Bali dalam 25 tahun terakhir, meningkat tajam

Imunisasi Anjing dan Kucing Sangat Penting
AP PHOTO via BBC
Para aktivis membawa serta anjing peliharaan. 

TRIBUN-BALI.COM- Penyayang anjing dan kucing di Bali dalam 25 tahun terakhir, meningkat tajam. Indikasinya, toko (pet shop) penyedia makanan, peralatan hewan kesayangan sampai penjualan anjing dan kucing berbagai ras banyak bermunculan. Berbagai jenis  anjing ukuran besar (Great Dane, Herder, Rottweiler, Doberman, Golden Retriever, Collie, Siberian Husky, Dalmatian, dll), ukuran sedang (Beagle, Daschund, Schnauzer, dll. ), ukuran kecil (Chihuahua, Minipom, Toy Poodle, Shih Tzu, Maltese, dll) bisa ditemukan di Bali .  Beberapa jenis kucing asal luar negeri juga ada.

Warga negara Indonesia yang ekonominya makin baik, terutama karena perkembangan pariwisata yang begitu hebat, juga ikut memelihara hewan kesayangan. Namun, banyak diantara mereka kurang memahami bahwa memelihara jenis anjing atau kucing turunan impor ini memerlukan perlakuan khusus, dari segi kesehatan maupun pemeliharaan.

Tulisan ini (terutama) ditujukan kepada mereka yang berniat atau baru saja memelihara hewan kesayangan.

Imunisasi sangat penting

Ketika sepasang suami-isteri dikaruniai anak, sederet jadual program imunisasi akan  diberikan, saat  bayi meninggalkan rumah sakit. Imunisasi (vaksinasi) juga diperlukan untuk hewan  kesayangan yang masih muda. Ketidak-tahuan atau keterlambatan  memberikan imunisasi kepada anak anjing atau kucing bisa berakibat fatal. Anak anjing atau kucing yang terinfeksi virus ganas, seperti parvo (pada anjing) dan feline panleukemisa (pada kucing), kemungkinan selamat dibawah 50%. Biaya perawatan juga jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya imunisasi. Oleh karena itu imunisasi, merupakan keharusan.

Kapan imunisasi dimulai? Pada prinsipnya, begitu kekebalan dari induk (maternal antibody) yang diberikan lewat susu (colustrum) pada awal kelahiran, menurun, secepatnya perlu diberikan imunisasi. Pada anjing penurunan kekebalan induk terjadi pada umur 6 minggu, sedangkan pada kucing umur 8 minggu. Imunisasi yang pertama ini memerlukan pengulangan, sesuai petunjuk dari tiap-tiap produsen vaksin.  

Pastikan anak anjing dan kucing anda dalam keadaan sehat saat akan dilakukan imunisasi. Napsu makan mereka harus bagus, tidak diare, tidak muntah, tidak demam. Bila ditemukan  caplak (ticks) atau pinjal (fleas), mintalah pengbatan ke dokter hewan. Kedua parasit yang disebut belakangan ini sering disebut orang awam sebagai kutu.  Umumnya, dokter hewan akan memeriksa kotoran (feces) dengan mikroskop. Bila ditemukan telur cacing, mintalah pengobatan untuk cacing.  Dalam kondisi sakit, anak anjing / kucing tidak dapat membentuk kekebalan secara optimal.

Vaksin virus (parvo, distemper, parainfluenza, hepatitis) memakai virus hidup yang telah dilemahkan (live attenuated), sedangkan vaksin penyakit bakterial seperti leptospirosis dan bordetella, menggunakan bakteri yang dimatikan, atau bagian permukaan sel bakteri.

Penyimpanan vaksin memegang peran penting untuk menjaga mutu vaksin. Oleh karena itu vaksin tidak bisa dibawa kemana-mana tanpa bahan pendingin (es). Rantai dingin vaksin yang dikirim dari importir misalnya di Jakarta sampai tujuan Bali, memakai mobil khusus dengan alat pendingin dengan suhu 5 – 8C. Penyimpanan vaksin juga tidak boleh dilakukan dalam keadaan beku, misalnya dalam freezer atau dry ice (CO2 padat).

Melalui pemberian vaksin yang teratur, maka anda sebagai pemilik hewan kesayangan, telah ikut bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan kesayangan anda. Kalau mereka sehat, mereka dapat memberikan kegembiraan bagi seisi keluarga yang menyayangi.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help