TribunBali/

Bali Paradise

Dua Rasa Dalam Satu Hidangan, Cecap Menu Fushion Ala Bong Pipi di Kerobokan Kelod

Fat Bun adalah satu di antara menu starter Bong Pipi. Penyajiannya terdiri dari roti, daging, acar, biji wijen, kacang, dan saus.

Dua Rasa Dalam Satu Hidangan, Cecap Menu Fushion Ala Bong Pipi di Kerobokan Kelod
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Hidangan ala Bong Pipi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Cita rasa Asia dan Eropa boleh dibilang bertabrakan. Jika orang Asia sangat suka mengolah saus dan rempah, lain halnya dengan Eropa yang cenderung bermain dengan keju sebagai penambah rasa.

Namun bagaimana jika kedua cita rasa itu digabungkan dalam satu hidangan? Tentunya hal ini akan menghasilkan cita rasa baru yang mungkin bisa membuat kejutan di lidah.

 Gabungan rasa atau yang biasa disebut hidangan fushion ini bisa Anda temukan saat mengunjungi Bong Pipi. Bong Pipi adalah nama restoran dan bar yang berlokasi di Jalan Petitenget No 99X, Kerobokan Kelod, Badung, Bali.

Tempatnya berdampingan dengan Bali Ayu Hotel & Villa. Dari segi penyajian makanan, resto ini mengusung konsep asian fushion. Menu yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari yang cocok dihidangkan untuk sarapan, snack, hingga maincourse.

()

 Fat Bun adalah satu di antara menu starter Bong Pipi. Penyajiannya terdiri dari roti, daging, acar, biji wijen, kacang, dan saus. Isiannya persis seperti sandwich.

Namun Bong Pipi yang mengusung konsep fushion, tidak melulu menjadikan fat bun sebagai sandwich yang ala Barat. Mereka menggabungkannya dengan usur Asia.

 Anda bisa merasakannya dari roti yang digunakan. Roti yang dipakai bukanlah roti tawar. Mereka menggunakan roti yang dikukus, sehingga teksturnya ketika digigit ibarat makan bakpao.

Di dalamnya terdapat daging babi yang dilumuri dengan saus khusus. Kemudian unsur acar, biji wijen, dan kacang pun disatukan dalam hidangan tersebut.

 Penyajiannya pun ditata dalam sebuah piringan bambu, seperti pada menu dimsum di restoran Asia. Hal ini menjadikannya menu yang menarik, berwarna, dengan rasa yang khas.

Dari segi rasa cenderung ke arah Asia, namun juga ada unsur Eropa. Penggabungan kedua cita rasa ini membaur dalam satu hidangan.

()
Halaman
123
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help