TribunBali/
Home »

Bali

Aksi Memukau Float, Hibur Penonton Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana

Total 10 lagu yang mereka bawakan lewat penampilan mereka yang sederhana. Lagu-lagu yang menjadi soundtrack film Tiga Hari Untuk Selamanya

Aksi Memukau Float, Hibur Penonton Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana
Tribun Bali/Cisilia Agustina S.
Aksi band Float di Soundrenaline 2017 di area Amphiteater Garuda Wisnu Kencana, Sabtu (9/9) sore 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Suara khas Hotma Roni Simamora atau yang akrab disapa Meng sayup-sayup terdengar dari luar area Amphiteater Garuda Wisnu Kencana, Sabtu (9/9) sore.

Sekitar pukul 16.30 Wita, area yang diberi nama Refine Slim Stage oleh Panitia Soundrenaline 2017 ini melantunkan lagu Surrender.

Rupanya sudah masuk lagu ke 6 dari Float yang menjadi salah satu lineup pembuka Soundrenaline 2017.

Suasana cukup ramai tapi juga tak terlalu padat. Namun antusias penonton cukup kentara, tampak mereka ikut menyanyi bersama band yang baru pertama kali tampil di Bali ini.

Total 10 lagu yang mereka bawakan lewat penampilan mereka yang sederhana. Lagu-lagu yang menjadi soundtrack film Tiga Hari Untuk Selamanya hingga single paling baru mereka Keruh (2016) dibawakan Float dengan formasi barunya. Indah Hari Ini (I.H.I) menjadi penutup band yang sudah 13 tahun malang melintang di industri musik indie tanah air.

Laras, penonton asal Denpasar menjadi salah satu yang menantikan Float di Soundrenaline 2017. Meski datang agak terlambat, namun Ia tetap senang bisa menyaksikan band favoritnya ini.

"Ini sepertinya pertama kali mereka ke Bali. Makanya gak ingin menyia-nyiakan kesempatan, walau telat dikit sih," ujarnya menyeringai.

Berbeda dengan Laras, Gung Putra penasaran akan adakah materi baru yang dibawakan Float kali ini. Mengingat di usianya yang ke 13 ini, band tersebut belum juga memiliki album baru sejak album 10 yang sesungguhnya tidak jauh berbeda dari album 3 Hari untuk Selamanya.

"Penasaran sih apa ada materi baru, soalnya mereka lama sekali gak ada yang baru, kecuali Keruh (single 2016, red.) kemarin," ujarnya.

Sayangnya tidak ada kesempatan mewawancarai band satu ini, yang ternyata batal melakukan jumpa pers walau sudah dijadwalkan sebelumnya.

Tak hanya Float, di Burst Stage, Efek Rumah Kaca tampil di waktu bersamaan. Band yang identik dengan karya-karya yang mengangkat sekaligus mengkritisi isu sosial hingga politik ini pun tak kalah menjadi magnet Soundrenaline.

Band yang kini tengah mempersiapkan materi untuk album berikutnya ini pun hadir untuk kali kedua setelah Soundrenaline 2016.

Ditemui usai penampilannya, Cholil Mahmud sang vokalis menyampaikan bahwa kini ERK akan mencoba membuat sesuatu yang baru yang lebih sederhana.

"Untuk album baru masih digarap. Lebih mengangkat hal-hal kecil dari keadaan sehari-hari, biasanya kan tema-tema besar juga tidak seberat Sinestesia. Dan kami belum pernah mencoba itu, ini jadi satu tantangan," kata Cholil.

Semakin malam, area GWK pun semakin dipadati penonton. Keempat panggung ramai oleh penonton. Soundrenaline 2017 kembali digelar dua hari, hingga besok Minggu (10/9). (*)

Penulis: Cisilia Agustina. S
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help