TribunBali/

Dihantam Honda Jazz yang Dikemudikan Polisi, Bocah SD Tewas Hingga Terpental Enam Meter

Kejadian tabrakan terjadi pada waktu siswa SDN 16 tengah ramai-ramainya pergi sekolah, korban yang bernama Dirga Rafa Arista (9) ditabrak ketika

Dihantam Honda Jazz yang Dikemudikan Polisi, Bocah SD Tewas Hingga Terpental Enam Meter
(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi kecelakaan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGKA - Dirga Rafa Arista (9) meninggal dunia, karena menjadi korban kecelakaan di jalan Raya Desa Gadung, pada Sabtu (9/9/2017) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Kejadian tabrakan terjadi pada waktu siswa  SDN 16 tengah ramai-ramainya pergi sekolah, korban yang bernama Dirga Rafa Arista (9) ditabrak ketika sedang menyebrang ke pinggiran jalan.

 
Jarak korban dengan mobil yang begitu dekat sehingga membuat tabrakan tak bisa terhindarkan, akibat kecelakan itu  tubuh bocah kelas tiga SD itu terpental ke depan hingga jarak enam meter.

"Kejadian pada pukul 06.30 WIB, ia ini sudah di seberangkan oleh neneknya, namun ia kembali menyebrang untuk membeli pensil di toko yang ada di sebarang jalan, ia belum sampai ke sekolah," kata Kepala sekolah SDN 16 Toboali Nisma (56) kepada wartawan,Sabtu (9/9/2017).

Akibat dari kejadian itu, sang sopir mobil honda jazz yang diketahui merupakan anggota Polres Basel Brigadir F menghentikan laju mobilnya.

Ia diketahui sempat membawa korban ke RSUD Basel, namun sayangnya luka para akibat benturan benda keras, membuat nyawa sang anak tidak bisa lagi terselamatkan. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help