TribunBali/
Home »

News

Berita Banyuwangi

Dorong Investasi Sustainable, Hotel Bintang 4 Kembali Hadir di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya mendorong investasi hotel yang mengedepankan konsep sustainable dan yang mengusung

Dorong Investasi Sustainable, Hotel Bintang 4 Kembali Hadir di Banyuwangi
Surya
Suasana Grand Harvest Resort & Villas yang jaraknya sekitar 35 menit dari Kawah Ijen. 

 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Setelah hotel bintang empat pertama, el Royale Hotel, dibuka di Banyuwangi, kini hotel bintang empat kedua, Grand Harvest Resort & Villas resmi beroperasi.

Grand Harvest Resort & Villas merupakan resort seluas enam hektare, yang dibangun di tengah persawahan Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Jaraknya sekitar 35 menit dari Paltuding, pos terakhir menuju taman wisata alam Kawah Ijen.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya mendorong investasi hotel yang mengedepankan konsep sustainable dan yang mengusung arsitek khas Banyuwangi. Menurut Anas, Banyuwangi tidak sembarang memberikan ijin pendirian hotel.

"Kami tidak mengijinkan hotel melati berdiri. Kami ingin terus membangun imej Banyuwangi sebagai wisata keluarga dengan mengijinkan pembangunan hotel yang nyaman untuk keluarga," kata Anas, Minggu (10/9/2017).

Menurut Anas, hadirnya resort ini bisa membantu kebutuhan kamar hotel di Banyuwangi. Setiap tahun kunjungan wisatawan di Banyuwangi terus meningkat sehingga kebutuhan penginapan juga ikut meningkat.

"Kalau dicek, setiap akhir pekan hampir semua hotel pada penuh, apalagi kalau pas ada even. Maka keberadaan resort baru ini akan sangat membantu memenuhi kebutuhan kamar di Banyuwangi, sehingga tidak ada lagi tamu yang kehabisan kamar,” kata Anas.

Data menunjukkan, tingkat kunjungan wisatawan domestik, dari sekitar 500.000 wisatawan pada 2010 meningkat menjadi kisaran 4 juta orang pada 2016. Adapun wisatawan mancanegara naik dari kisaran 7.000 menjadi 75.000 wisman pada periode yang sama.

“Ini belum lagi ditambah dengan kunjungan instansi yang studi banding. Selama tahun 2016 lalu, terdapat lebih dari 24.000 orang yang mengunjungi Banyuwangi dari seluruh Indonesia untuk studi banding. Hingga Maret 2017 saja, sudah lebih dari 100 instansi pemerintahan dan swasta yang berkunjung ke Banyuwangi,” paparnya.

Anas mengatakan, resort ini semakin menunjang perkembangan pariwisata di Banyuwangi. Apalagi, telah ada penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi, membuka lebar aksesibilitas dari dan menuju Banyuwangi.

Menurut Anas, keberadaan penginapan yang mengedepankan pemandangan alam menjadi daya tarik tertinggi wisatawan.

"Yang paling besar, sekitar 60 persen, wisatawan tertarik dengan nature (alam). Baru 35 persen tertarik pada culture (budaya), dan hanya 5 persen daya tarik dari mind made," ungkap Anas. (haorrahman)

Editor: ady sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help