TribunBali/
Home »

Bali

Sungguh Tega Kelakuan Anak di Buleleng Ini, Akhirnya Ayahnya Dijebloskan ke Penjara

Made Temuada terancam mendekam dibalik jeruji besi selama kurang lebih 12 tahun lamanya

Sungguh Tega Kelakuan Anak di Buleleng Ini, Akhirnya Ayahnya Dijebloskan ke Penjara
net
Ilustrasi penjara 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sungguh tega kelakuan R.

Demi memuluskan usahanya, pria yang masih dalam pengejaran polisi ini nekat menitipkan sabu-sabu kepada ayahnya sendiri, Made Temuada (54).

Alhasil, sang ayah terancam mendekam dibalik jeruji besi selama kurang lebih 12 tahun lamanya, dengan tuduhan memiliki sekaligus menyimpan tujuh paket sabu siap edar, dengan total jumlah 1,26 gram brutto.

Dihadapan awak media, Temuada mengaku tidak mengetahui bila titipan anak ketiganya itu merupakan sabu-sabu.

Baca: Ni Luh Putu Wid Nyaris Diamuk Massa di Pasar Tabanan, Tak Disangka Ini yang Dilakukan Wanita Ini

Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana TJ (kiri) saat menujukkan barang bukti berupa tujuh paket sabu seberat 1.26  gram brutto yang diamankan dari tersangka (kanan)
Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana TJ (kiri) saat menujukkan barang bukti berupa tujuh paket sabu seberat 1.26 gram brutto yang diamankan dari tersangka (kanan) (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Pria asal Banjar Dinas Kaja Kauh, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini mengaku bahwa dirinya hanya diminta untuk memberikan barang haram tersebut bila seorang pembeli datang ke rumahnya.

"Saya tidak tau enak atau tidak ini barang. Saya juga tidak tau kalau isinya sabu. Saya tidak menerima upah. Saya hanya disuruh memberikan barang ini bila ada seseorang (pembeli-red) yang datang ke rumah," kata Temuada saat ditemui di Mapolres Buleleng, pada Senin (11/9/2017) siang.

Dikonfirmasi terkait pengakuan itu,  Kasatres Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Adnyana TJ menegaskan bila pihaknya tetap melakukan penahanan kepada tersangka Temuada.

Sebab, Temuada telah terbukti memiliki,  menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman.

"Nanti akan kami kembangkan. Saat bapaknya ditangkap, anaknya memang tidak ada. Anaknya di Denpasar. Anaknya sudah kami tetapkan sebagai DPO," ujarnya

AKP Andyana menuturkan, penangkapan terhadap tersangka Temuada ini berhasil dilakukan berkat informasi dari masyarakat yang mulai resah dengan peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tejakula.

Berangkat dari informasi itu pada Senin (4/9/2017) pukul 22.30 wita, pihaknya mencoba untuk memburu tersangka Temuada di kediamannya, di Banjar Dinas Belong, Desa Petemon, Kecamatan Seririt.

"Awalnya kami berpura-pura menyamar sebagai pembeli.  Kami temukan sabu-sabu ini disembunyikan oleh tersangka di balik lukisan yang terpanjang di rumahnya. Awalnya anak tersangka (R-red) menitipkan delapan paket sabu kepada bapaknya. Namun saat kami gerebek hanya tersisa tujuh paket. Satu paket rupanya sudah berhasil terjual," kata AKP Adnyana.

Akibat perbuatannya, kini Temuada dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 miliar. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help