TribunBali/
Home »

Bali

HUT TNI, Kodam IX Udayana Gelar Lomba PBB di Tabanan

Seluruh peserta agar dapat bertanding dengan profesional dalam artian mengedepankan sportivitas.

HUT TNI, Kodam IX Udayana Gelar Lomba PBB di Tabanan
istimewa
Kodam IX/Udayana menggelar lomba PBB di Makorindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, Bali, Selasa (12/9/2017) sampai Rabu (12/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia, Kodam IX/Udayana menggelar lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) di Makorindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, Bali, Selasa (12/9/2017) sampai Rabu (12/9/2017).

PBB adalah suatu wujud latihan fisik yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara hidup Angkatan Bersenjata/masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu dengan tujuan untuk menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan dan disiplin sehingga senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan individu dan secara tidak langsung juga dapat menanamkan rasa tanggungjawab.

Pada kesempatan tersebut Danrindam IX/Udayana, Kolonel Inf Windiyatno memberikan arahan kepada seluruh peserta agar dapat bertanding dengan profesional dalam artian mengedepankan sportivitas dalam mengikuti lomba ini, baik dari pihak peserta maupun tim juri agar melaksanakan kegiatan ini dengan baik, menjunjung tinggi sportivitas dan objektivitas.

Di dalam suatu perlombaan sudah tentu ada yang menang dan ada yang kalah, bagi yang menang harus dapat dipertanggungjawabkan, termasuk oleh tim juri.

"Oleh karena itu tim juri harus menilai dengan seteliti mungkin agar dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian juga bagi yang kalah jangan mudah merasa berputus asa. Berlatihlah dengan lebih giat lagi sehingga dalam lomba-lomba mendatang dapat meraih kesuksesan," kata Danrindam.

Peserta terdiri dari 500 orang yang terbagi dalam 20 peleton dari satuan jajaran Kodam IX/Udayana yang ada di Provinsi Bali.

Materi yang dilombakan terdiri dari tiga kelompok, seperti Cara Berkumpul (teknik berkumpul, pundak kiri senjata, lencang kanan, tegak senjata, sikap istirahat, penghormatan umum dan laporan).

Kemudian Gerakan di Tempat (Hormat senjata, hadap kanan/kiri, hadap serong kanan/kiri, balik kanan dan pundak kiri/kanan senjata).

Dan terakhir adalah Gerakan Berjalan (4 langkah kekanan/kekiri, 4 langkah ke depan/ke belakang, buka/tutup barisan, jalan di tempat, tiap-tiap banjar dua kali belok kanan, dua kali belok kanan/kiri, haluan kanan/kiri, melintang kanan/kiri, langkah biasa, langkah devile dan hormat kanan) dengan durasi waktu masing masing peleton 20 menit. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help