TribunBali/
Home »

Bali

Oknum Polisi Selundupkan Narkoba ke Rutan Polda Bali, Sudarta Akui Bawa Barang untuk Tahanan

Perwira Polda Bali, Iptu I Wayan Sudarta (55) mengakui, jika dirinya mengantarkan peralatan mandi berupa sampo botolan yang diduga

Oknum Polisi Selundupkan Narkoba ke Rutan Polda Bali, Sudarta Akui Bawa Barang untuk Tahanan
Tribun Bali/Putu Candra
Lima saksi polisi saat mengucap sumpah sebelum memberikan keterangan di persidangan, Selasa (12/9). Kelimanya bersaksi untuk terdakwa Iptu I Wayan Sudarta. 

Temuan ini sendiri baru diserahkan ke Dit Narkoba Polda Bali pada 17 Pebruari atau dua hari setelah penemuan. Kuasa hukum terdakwa, Jhon Korasa dkk sempat menanyakan mengapa saksi tidak langsung melaporkan ke Dit Narkoba saat pertama menemukan benda mencurigakan tersebut.

"Saat itu pimpinan sedang tugas PAM Pilkada Buleleng dan saya hanya diperintahkan mengamankan barang tersebut," jawab Tukar.

Saksi Kanit I Jaga Tahanan

Puja Astawa menerangkan, terdakwa datang membesuk tahanan narkoba bernama Ahmadi Gabriel dengan membawa tas kresek yang di dalamnya berisi makanan serta peralatan mandi. Dirinya pun menolak permintaan terdakwa yang ingin membesuk Ahmadi, karena bukan jadwal besuk.

"Terdakwa beberapa kali meminta untuk bisa membesuk tahanan tapi saya tolak. Kerena perwira saya segan. Karena terus meminta, Saya memperbolehkan terdakwa menitipkan peralatan mandi, sedangkan makanannya saya tolak," jelasnya.

Dikatakan Puja Astawa seusia SOP, barang bawaan untuk tahanan harus diperiksa. Dirinya pun memerintahkan petugas jaga untuk memeriksa dengan teliti peralatan mandi yang dititipkan terdakwa. Saat dilakukan pemeriksaan itulah petugas mencurigai ada benda di dalam botol sampo.

"Petugas jaga sempat memeriksa isi dalam botol sampo dengan menggunakan lidi. Saat dicek ternyata ada sesuatu yang mengganjal sehingga cairan sampo seperti tersendat," paparnya.

Dirasa ada kecurigaan, botol sampo tersebut dipotong dan di dalamnya ditemukan plastik klip yang digulung plester bening. Temuan itu lalu dilaporkan ke Direktur Tahti Polda Bali.

Tim penasihat hukum terdakwa pun kembali mempertanyakan keterangan saksi Puja Astawa. Pasalnya, pembongkaran sampo dilakukan tidak dihadapan terdakwa.

"Bagaimana sebenarnya SOP pemeriksaan barang bawaan pembesuk. Karena yang saya tahu, barang pembesuk diperiksa di hadapan pembesuk," tanya anggota tim PH terdakwa, yaitu Raymond Simamora.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help