TribunBali/
Home »

Bali

Pulang dari Merias Pengantin, Ketut Yarni Tewas Usai Motornya Tabrak Pohon Perindang

Diduga lantaran mengantuk atau Out of Control (OC), Ni Ketut Yarni (53), seorang warga dari Desa Kaliakah, Kecamatan Negara tewas usai menabrak

Pulang dari Merias Pengantin, Ketut Yarni Tewas Usai Motornya Tabrak Pohon Perindang
banjarmasin.tribunnews.com
Ilustrasi kecelakaan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Gede Jaka Santhosa

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sebuah kecelakaan (Laka) tunggal yang mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi di jalan Nasional Denpasar - Gilimanuk, tepatnya di Jl. Udayana, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Selasa (12/9).

Diduga lantaran mengantuk atau Out of Control (OC), Ni Ketut Yarni (53), seorang warga dari Desa Kaliakah, Kecamatan Negara tewas usai menabrak pohon perindang yang berada di sisi jalan.

Baca: Nasib Nahas Ni Ketut Yarni, Tewas Mengenaskan Usai Rias Pengantin di Negara

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan Rabu (13/9/2017), Laka tunggal ini terjadi di depan atau sebelah Utara Pasar Pagi Banjar Tengah sekitar pukul 10.15 WITA.

Saat itu, korban yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemkab Jembrana ini datang dari arah Timur menuju Barat dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio nopol DK 3604 ZI.

Korban juga diketahui menggandeng iparnya, Ni Luh Santiani (44), warga dari Desa Baluk, Kecamatan Negara.

Namun sayang diduga karena mengantuk korban kemudian kehilangan keseimbangan hingga tak bisa mengendalikan sepeda motornya. Malang, motor korban kemudian oleng ke kiri hingga menabrak pohon perindang di Selatan jalan atau di sebelah Timur UD.Hendra Motor.

Akibatnya, korban bersama iparnya terkapar di pinggir jalan Nasional hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Negara. Namun sayang nyawa korban tak tertolong lagi akibat mengalami luka parah yakni patah tulang pada bagian leher.

Perbekel Kaliakah, I Made Bagiartha mengatakan saat mengalami kecelakaan tersebut almarhum Ni Ketut Yarni ini dalam perjalanan pulang ke rumahnya usai merias pengantin di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan.

Semasa hidupnya korban dikenal sebagai pribadi yang ulet bekerja dan rajin bersosialisasi di Desa. Selain bekerja sebagai tenaga kontrak petugas kebersihan di Dinas LH Pemkab Jembrana, korban juga memiliki usaha sampingan jasa rias pengantin.

"Pas kecelakaan tersebut korban ini datang dari Pekutatan usai merias pengantin. Korban juga dikenal warga kami sebagai pribadi yang baik dan rajin di Banjar," tandas Bagiarta. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help