TribunBali/

Wow, Pria Ini Warga Indonesia Pertama Bintang Film Porno ‘Tak Biasa’, 'Saya Ingin Jadi yang Pertama'

Pria berusia 30 tahun tersebut mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi pemain film dewasa gay pertama yang berasal dari Indonesia

Wow, Pria Ini Warga Indonesia Pertama Bintang Film Porno ‘Tak Biasa’, 'Saya Ingin Jadi yang Pertama'
Instagram
Fabio Toba 

Gaji ini lebih banyak dari gaji rata-rata karyawan Apple dan seorang ahli bedah di Amerika Serikat.

Namun, bagi para pemain yang belum punya nama, dalam sekali produksi, seorang pemain perempuan dapat menghasilkan $ 600 atau Rp 7,9 juta sampai $ 2.000 atau Rp 26,6 juta.

Meski demikian, jumlah tersebut tidak didapat oleh pemain pria.

Di Hollywood, pemain pria hanya mendapatkan $ 150 atau setara dengan Rp 1,9 juta per produksi.

Para pemain pria dapat memperoleh pendapatan seperti pemain perempuan apabila ia bermain dalam film porno untuk gay.

Meski jumlahnya fantastis, menjadi pemain film porno bukanlah hal yang baik.

Selain melanggar norma-norma yang ada, para pemain rentan mendapatkan penyakit menular seksual.

Kisah Sedih dan Menderitanya Para Bintang Film Dewasa

Beberapa orang bisa menjadi miliuner dalam bisnis pornografi.

Namun cerita soal industri pornografi ini tidak melulu soal glamor, uang dan ketenaran. Banyak sisi gelap industri pornografi yang tidak terungkap

Miris memang melihat para pemain harus melakukan adegan seksual yang dipaksa. Alat kelamin pria dipaksa berdiri dengan bantuan suntik.

Wanita harus mengulang adegan penetrasi dan oral seks dan tidak jarang mereka menahan sakit karena hubungan seksual yang dipaksakan.

Seorang fotografer bernama Jan Prevorsky mengabadikan saat pembuatan film porno di Ceko.

Jan Prevorsky ingin menunjukkan kalau para pemain film ponro ini tetaplah manusia.

Seorang aktris porno Shelley Lubben membuat sebuah pengakuan yang sangat mengejutkan.
Jerit tangis memilukan para artis porno ini seakan tidak terlihat.

Apalagi saat sedang mengatakan “i want you” di setiap sampul film porno nya, dikutip dari situs shelleylubben.com

Tapi dia mengatakan kalau dia ini sama sekali tidak menyukai seks, bahkan tidak menginginkannya.

Yang dibutuhkan hanyalah uang. Dia bercerita, lebih banyak menghabiskan waktu dengan meminum Jack Daniels.

Ia meminumnya bersama-sama dengan para pemain lain diluar daripada berpura-pura dalam sebuah film.

Mereka sama saja seperti wanita pada umumnya, benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak perduli.

Juga benci untuk dianggap rendah oleh pada laki-laki dengan keringat dan bau busuknya.
Bahkan banyak diantara mereka yang muntah di kamar mandi saat syuting, sementara yang lain berusaha menenangkan dengan merokok tanpa henti.

Tapi anggapan orang mengenai industri pornografi membuat para pemain ini menjadi tersiksa.
Dianggap penyuka seks apalagi maniak seks.

Dan mereka menganggap bahwa para wanita yang ada di industri ini senang dilecehkan seperti yang ada di film.

Mantan bintang film porno Corina Taylor mengisahkan pengalamannya.

Awalnya, gadis yang berprofesi sebagai penari telanjang ini tertarik terjun ke dunia film dewasa karena diiming-imingi bayaran dan ketenaran.

Taylor memenangkan kontes yang dibuat sebuah majalah pria dewasa.
Dia pun terbang ke Los Angeles dan bergabung dengan agensi tersebut.

Dia harus tinggal dalam sebuah rumah dengan puluhan calon bintang porno lain.
Rumah itu sesak oleh gadis-gadis yang memiliki impian sama dengan dirinya.

Puncaknya Taylor sering dipaksa melakukan adegan-adegan kekerasan seksual.
Dalam suatu adegan, dia merasa hampir pingsan karena kesakitan.

Tapi syuting tetap berlangsung. Permintaannya untuk berhenti tak digubris.

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help