TribunBali/
Home »

Bali

Citizen Journalism

Anthraks, Waspadai Masuk Bali

Adalah lebih bijaksana mewaspadai masuknya anthraks ke Bali melalui peraturan dan tindakan yang ketat,

Anthraks, Waspadai Masuk Bali
Ist
Ilustrasi seorang wanita terkena anthraks 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kita yang tinggal di Bali patut bersyukur, karena Bali termasuk wilayah Indonesia yang bebas penyakit antraks.

Hal ini dimungkinkan, karena pemerintah, melalui karantina hewan,  melarang keras orang-orang membawa hewan dan bahan asal hewan dari daerah tertular antraks.

Wilayah terdekat yang tertular antraks adalah NTB  (terutama Sumbawa) dan NTT (terutama Sumba, Flores, Timor).

Bulan Agustus 2017 yang lalu, di Gorontalo ditemukan sejumlah sapi mati mendadak, dengan diagnosis anthrax. Sebelumnya, April 2016, ditemukan anthrax pada sapi  yang menular ke manusia. Lima orang terpaksa dirawat di RSUD Aloe Saboe.

Kejadian sama ditemukan di Maros (Sulsel) pada 4 ekor sapi, Agustus 2017. Balai Besar Veteriner di Maros meneguhkan, penyebab kematian sapi tersebut adalah anthrax.

Dua contoh kejadian di atas menggambarkan bahwa antraks cenderung terjadi berulang di daerah yang pernah tertular. Hal ini disebabkan penyebab antraks yaitu Bacillus antracis, tahan hidup puluhan tahun di dalam tanah, sehingga sulit diberantas.

Adalah lebih bijaksana mewaspadai masuknya anthraks ke Bali melalui peraturan dan tindakan yang ketat, daripada terlanjur masuk sehingga memerlukan biaya besar untuk mengatasinya. Sebagai contoh masuknya rabies ke Bali, merupakan pelajaran yang sangat pahit, karena kita gagal mencegahnya.

Mengapa antraks menjadi perhatian dunia sejak lama?

 Antraks sebagai senjata biologis

Pemakaian antraks sebagai senjata biologis sudah berlangsung sejak Perang Dunia I. Sayangnya masalah ini sulit dikendalikan, meskipun sudah ada kesepakatan internasional larangan memakai senjata biologis. Mengapa dipilih antraks?

Halaman
123
Editor: ady sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help