TribunBali/
Home »

Bali

Beredar Info Gunung Agung Status Naik, Kepala Pos Pantau Karangasem Bantah Ada Peningkatan Status

Dalam kondisi rawan seperti ini banyak beredar pesan bahwa pagi tadi ada informasi status Gunung Agung sudah naik dari level II menjadi level III

Beredar Info Gunung Agung Status Naik, Kepala Pos Pantau Karangasem Bantah Ada Peningkatan Status
Wikipedia.org 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Kondisi Gunung sampai saat ini statusnya masih di level II atau Waspada, tidak naik menjadi level III atau Siaga seperti isu yang beredar di masyarakat melaluI grup aplikasi Whatsapp (WA).

Dalam kondisi rawan seperti ini banyak beredar pesan bahwa pagi tadi ada informasi status Gunung Agung sudah naik dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).

Pesan tersebut sudah tersebar dan banyak beredar di beberapa grup WA.

Menurut informasi, pesan tersebut berisi status Gunung Agung dinaikkan menjadi Siaga (Tingkat III) yang teramati secara visual dan atau secara instrumental serta berdasarkan analisis perubahan kegiatan tersebut cenderung diikuti letusan/erupsi.

Namun pesan atau informasi tersebut dibantah oleh Kepala Pos Pantau Karangasem Gunung Agung, Dewa Mertayasa yang tidak membenarkan adanya peningkatan.

Serta informasi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali juga menyebutkan tidak adanya peningkatan level Gunung Agung.

"Belum ada peningkatan status, sampai saat ini masih di level II masih tetap Waspada," kata Dewa Mertayasa saat dikonfirmasi Tribun Bali, Minggu (17/9).

Menurut infomasi resmi dari Balai BMKG III Wilayah Denpasar pemantauan Gunung Agung berstatus level II (Waspada) dengan cuaca cerah dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah Barat, suhu udara 20.5-28 °C dan kelembaban udara 70-88% serta Volume curah hujan 16.6 mm per hari.

Sedangkan hasil aktivitas terbaru yakni, Vulkanik Dangkal dengan jumlah 1, Amplitudo sekitar 6 mm, durasinya 480 detik. Vulkanik Dalam berjumlah sebanyak 23, Amplitudo sekitar 3-7 mm, dan durasi 38 detik.

"Kalau dari sini kondisinya kegempaannnya meningkat, brennya naik tapi tapi statusnya masih Waspada," jelasnya.

Tidak hanya itu, sampai saat ini gas berbahaya juga masih tetap keluar dari kawah Gunung Agung, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas kawah puncak.

BPBD Provinsi Bali menghimbau agar masyarakat tidak mendekati maupun melakukan aktivitas apapun di sekitar wilayah berbahaya dengan radius 2,5 Kilometer.

"Kalau gas atau hembusan asap di dalam kawah masih terjadi," tutupnya.(*)

Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help