TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Statusnya Tak Naik, TNI-Polri Bentuk Satgas Keamanan

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM bidang Kebencanaan Surono alias Mbah Rono berharap aktivitas Gunung Agung tidak sampai mencapai Level IV

Gunung Agung Statusnya Tak Naik, TNI-Polri Bentuk Satgas Keamanan
Imgrum
Sejarah Letusan Gunung Agung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seiring aktivitas Gunung Agung yang terpantau mulai aktif kembali, Tenaga Ahli Menteri ESDM bidang Kebencanaan Surono alias Mbah Rono berharap aktivitas Gunung Agung tidak sampai mencapai Level IV (Awas).

Status Awas merupakan level tertinggi dalam tingkatan status gunung berapi.

Status Awas menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana.

Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap dan erupsi berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam.

"Semoga aktivitas Gunung Agung saat ini tidak mencapai level Awas. Namun bila mencapai Awas, itu hak mutlak dari Gunung Agung yang harus kita hormati," kata Mbah Rono.

Gunung Agung dengan ketinggian 3014 m dpl pernah beberapa kali mengalami letusan antara lain tahun 1808, 1821, 1843, dan terakhir tahun 1963. Letusan terakhir 18 Februari 1963 hingga 27 Januari 1964, menyebabkan korban jiwa 1.148 orang meninggal dunia dan 296 orang luka-luka. Penyebab utama korban jiwa adalah awan panas.

Baca: Gunung Agung Terpantau Keluarkan Asap Putih Tipis dan Masih Terjadi Belasan Gempa Vulkanik

Menurut Mbah Rono, letusan Gunung Agung bersifat ekplosif, ditengarai dengan lontaran material pijar, abu, awan panas letusan. Sebaran awan panas letusan menyebar ke lereng utara dan selatan dengan jarak jangkauan sekitar 13 km dari puncak. Landaan awan panas mencapai 70 km2.

Letusan bersifat efusif ditengarai dengan aliran lava yang terjadi 19 Februari-17 Maret 1963 dari puncak ke arah utara melalui tepi kawah mencapai jarak 7,3 km.

Bentuk Satgas Keamanan

Meningkatnya aktivitas di kawah Gunung Agung jadi perhatian TNI-Polri di Kabupaten Karangasem. Petugas akan membentuk satgas keamanan. Fungsinya untuk beritahu warga agar tak panik dan resah dengan kondisi ini.

Kapolres Karangasem AKBP Wayan Gede Ardana mengaku akan meminta Kabag, Kasat, dan Kapolsek untuk menugaskan setiap anggotanya terutama babinkamtibnas mensosialisasikan kondisi Gunung Agung terkini dari petunjuk Pos Pemantauan Gunung Agung di Rendang.

“Diinternal polres juga sudah melakukan rapat. Kewaspadaan harus ditingkatkan. Pencegahan dini harus dilakukan. Polisi akan gelar operasi aman. Satgas sudah dibentuk,” kata Ardana.

Adapun Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, meminta BPBD Karangasem harus terus sosialisasikan kondisi terkini Gunung Agung.

"Jelaskan ke warga jika tingkatan status waspada masih kondisi aman, belum mengkhawatirkan. BPBD harus mampu menenangkan warga. Jangan sampai warga khawatir," ungkapnya. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help