TribunBali/
Home »

Bali

Kupu-Kupu Raksasa di Bali Butterfly Park Tabanan

Bali Butterfly Park yang berada di Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan, Bali menjadi salah satu tempat tujuan wisata edukasi.

Kupu-Kupu Raksasa di Bali Butterfly Park Tabanan
Tribun Bali/I Made Argawa
Staf Bali Butterfly Park di Desa Wanasari Tabanan, Ni Luh Putu Sri Wahyuni menunjukkan kupu-kupu barong atau Attacus atlas. Kupu-kupu berukuran jumbo tersebut menjadi daya tarik tersendiri di taman kupu-kupu tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Bali Butterfly Park yang berada di Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan, Bali menjadi salah satu tempat tujuan wisata edukasi.

Tempat wisata yang berdiri sejak 17 Desember 1996 itu saat ini memiliki sekitar 15 spesies kupu-kupu dengan jumlah yang mencapai sekitar 950 ekor.

Salah satunya yang unik adalah kupu-kupu barong atau kupu-kupu gajah.

Kupu-kupu yang dalam bahasa latin disebut Attacus atlas menjadi daya tarik tersendiri karena ukurannya yang jauh lebih besar dari kupu-kupu lainnya.

Seorang staf di Bali Butterfly Park, Luh Putu Sri Wahyuni (32) menyebutkan kupu-kupu barong adalah hewan yang populasinya terbatas di beberapa wilayah di Indonesia.

"Selain di Bali, saat ini kupu-kupu barong juga ditemui di Jawa Barat, namun ukurannya lebih kecil dan di Kalimantan. Di Kalimantan warnanya lebih hitam,” katanya, (17/9/2017).

Selain ukurannya yang besar dengan luas sayap yang bisa mencapai 400 sentimeter dan panjangnya sekitar 25 sentimeter, Sri Wahyuni menyampikan, jika pada ujung sayap kupu-kupu barong terdapat corak yang khas seperti kepala ular untuk mengelabui predator seperti kadal dan burung.

“Kupu-kupu ini hanya dapat bertahan hidup selama lima hari, dalam masa hidup tersebut harus melakukan proses reproduksi waktunya hingga berjam-jam,” ujarnya.

Masa hidup kupu-kupu secara umum hanya seminggu.  Sementara proses mulai dari telur, menjadi ulat, kepompong dan menjadi bentuk sempurna waktunya bisa mencapai waktu dua bulan.

Karena singkatnya masa hidup kupu-kupu, di Bali Butterfly Park setiap minggu selalu mendatangkan 1.500 kepompong dari tempat penangkaran di Singaraja dan Jembrana.

“Dari 1.500 kepompong, sekitar 75 persen bisa berkembang menjadi sempurna,” terang Sri Wahyuni.

Selain untuk wisata, pemilik Bali Butterfly Park juga melakukan ekspor kepompong kupu-kupu ke Singapura dan Penang, Malaysia.

“Untuk pengembangan kupu-kupu yang menjadi tantangan adalah cuaca, tidak boleh terlalu panas dan banyak hujan, suhunya sekitar 27 derajat celcius,” ujarnya.(*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help