TribunBali/
Home »

Bali

Warga Minta Traffict Light, Simpang Maut By Pass IB Mantra-Kesambi Sudah Renggut Belasan Nyawa

Pada Jumat (15/9) kemarin, jalur tengkorak itu kembali memakan korban. Seorang pengendara motor perempuan mengalami robek pada pergelangan kaki

Warga Minta Traffict Light, Simpang Maut By Pass IB Mantra-Kesambi Sudah Renggut Belasan Nyawa
TRIBUN BALI/I WAYAN ERWIN WIDIYASWARA
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan simpang empat Jalan By Pass IB Mantra-Jalan Sekar Sari, Sabtu (16/9). Di jalur ini rawan kecelakaan dan warga berharap dipasang traffic light. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dusun Banjar Kesambi, Denpasar Kadek Kanda tak habis pikir dengan lambatnya tindak lanjut dari pemerintah.

Sudah satu tahun pihaknya mengajukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar agar memasang rambu-rambu dan traffic light di kawasan simpang tengkorak By Pass IB Mantra-Kesambi, Denpasar.

Namun hingga sekarang belum juga terealisasi. Padahal, korban kecelakaan terus bertambah bahkan hingga meninggal dunia.

“Terakhir korbannya dari warga kami bahkan sampai meninggal dunia sekitar tiga bulan lalu,” kata Kanda kepada Tribun Bali, Sabtu (16/9).

Pada Jumat (15/9) kemarin, jalur tengkorak itu kembali memakan korban. Seorang pengendara motor perempuan mengalami robek pada pergelangan kaki dan patah tulang akibat kecelakaan di simpang tengkorak tersebut.

“Kami mohon bapak-bapak pejabat yang merasa duduk paling atas tolong turun sekali ke lokasi jangan duduk-duduk saja. Perhatikan masyarakat yang melintas di areal ini,” kata teman korban, Wayan Adi Juniantara yang mengunggah foto-foto kecelakaan itu melalui akun facebook-nya.

Kadek Kanda menyebutkan warga Kesambi yang meninggal dunia akibat kecelakaan di simpang maut itu mencapai 11 orang.

Sejak rencana pembangunan By Pass IB Mantra ini, pihak Banjar Kesambi sebetulnya dijanjikan setelah rampung dibangun, di simpang tersebut akan dipasangi traffic light.

Sebab, dengan dibangunnya By Pass, Banjar Kesambi terbelah menjadi dua atau terpisah. Namun, warga tetap beraktivitas sehingga banyak yang menyeberang.

“Makanya jalan satu-satunya kami meminta agar dipasang traffic light. Sempat ada rencana akan ditutup persimpangan itu, namun menurut kami justru akan semakin rawan, karena masyarakat kami, dan anak-anak sekolah sering menyeberang di sana,” jelas Kanda.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help