58 Balita di Pos Pengungsian II Gor Swecapura Butuh Susu dan Bubur

Berdasarkan data BPBD Klungkung, setidaknya saat ini tercatat 58 balita yang sangat membutuhkan asupan gizi selama berada di pengungsian.

58 Balita di Pos Pengungsian II Gor Swecapura Butuh Susu dan Bubur
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Dinas Kesehatan Klungkung ketika membagikan biskuit bergizi kepada para pengungsi balita dan lansia di Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung, Jumat (22/9/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ratusan pengungsi asal Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, masih bertahan di Pos Pengungsian II Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung, Bali, Jumat (22/9/2017).

Meskipun logistik makanan cenderung masih mencukupi, namun para pengungsi saat ini sangat membutuhkan logistik untuk balita seperti susu dan bubur bayi.

Baca: Magma Sudah Naik ke Permukaan, Kepala PVMBG Sebut Sangat Berpotensi ke Arah Letusan

Baca: 12 Tanda-tanda Gunung Agung Sangat Berpotensi ke Arah Letusan, No 11 Beda dari Gunung Lain

Baca: Suhu Terasa Makin Panas di Lereng Gunung Agung Meski saat Malam, Pengungsi Terus Bertambah

Berdasarkan data BPBD Klungkung, setidaknya saat ini tercatat 58 balita yang sangat membutuhkan asupan gizi selama berada di pengungsian.

"Memang kita saat ini sangat membutuhkan asupan balita seperti susu dan bubur bayi. Tapi sudah saya koordiansikan hal itu dengan donatur, semoga logistik untuk balita itu bisa segera dikirim ke pengungsi," ujar Kalak BPBD Klungkung, I Putu Widiada, Jumat (22/9/2017)

Widiada pun telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Klungkung untuk memastikan seluruh asupan gizi balita terjamin selama di pengungsian.

Hal ini pun direspon Dinas Kesehatan dengan membagikan biskuit bergizi untuk balita dan lansia.

"Kami masih usahakan, semoga logistik tersebut semua bisa tersedia hari ini. Ini sangatlah penting karena menyangkut gizi dari pengungsi balita di sini," jelas Widiada.

Berdasarkan data terakhir, jumlah pengungsi di Gor Swecapura mencapai 189 KK, 662 jiwa.

Pengungsi laki-laki berjumlah 319 jiwa, perempuan mencapai 343 jiwa dan 58 di antaranya merupakan pengungsi balita.

Pengungsi tersebut tersebar dari beberapa wilayah di Kecamatan Selat Karangasem, seperti Desa Sebudi, Telung Bhuna, dan Sogra yang terletak di lereng Gunung Agung. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help