TribunBali/
Home »

Bali

Rockixora Fasilitasi Band Indie Bali Manggung di Hotel

Tidak banyak tempat hiburan di Bali yang mewadahi band-band indie untuk bisa tampil secara berkesinambungan.

Rockixora Fasilitasi Band Indie Bali Manggung di Hotel
Tribun Bali
Rockixora dihelat sebagai event musik bulanan yang mewadahi band-band indie di Bali. Pada Rockixora Chapter II, Jumat (22/9), band grunge D'Ori tampil dengan lagu-lagu bernuansa 80's, 90's. 

TRIBUN-BALI.COM - Tidak banyak tempat hiburan di Bali yang mewadahi band-band indie untuk bisa tampil secara berkesinambungan.

Terlebih lagi di tengah menggeliatnya perkembangan musik EDM seperti saat ini. Tetapi, di tangan Riky Ismail, keinginannya untuk membangkitkan skena musik indie perlahan-lahan mulai diwujudkan.

Ia menggagas event musik bulanan bertajuk Rockixora yang melibatkan band-band indie di Bali.

"Saya ingin membawa musik rock bisa masuk ke hotel seperti ini. Band yang tampil itu datang bersama komunitas, kemudian saling berinteraksi mendendangkan lagu demi lagu," ujar Riky kepada Tribun Bali, Jumat malam (22/9/2017) di Grand Ixora Kuta Resort.

Malam itu merupakan pagelaran Rockixora Chapter II. Meskipun baru episode kedua, Riky yakin event musik yang digagasnya itu bisa berjalan setiap bulan.

Berkaca dari chapter sebelumnya, antusias pengunjung untuk menikmati acara ini cukup tinggi. Bahkan, 60 persen penonton berasal dari luar penghuni hotel.

"Kalau pada chapter sebelumnya tidak mendapat sambutan positif alias gagal, tidak mungkin chapter kedua ini bisa diselenggarakan," imbuh Riky.

Laki-laki yang pernah ikut membangun band metalcore asal Bandung, Burgerkill, pada masa awal terbentuknya ini mengaku suka hunting dari tempat ke tempat untuk menemukan band-band indie berbakat.

Ia bahkan mencari dan menghubungi langsung talent yang dianggapnya layak tampil di Rockixora.

Untuk Rockixora Chapter II, ia mengundang sebuah band grunge bernama D'Ori. Musiknya bernuansa 80's, 90's.

"Saya bertemu dengan mereka di Canggu, kebetulan mereka sedang main. Yang membuat saya tertarik mengundang mereka adalah mereka punya idealisme, tetapi juga punya massa yang cukup banyak," imbuh Riky.

Karena masih baru, sosialisasi event musik bulanan ini lebih difokuskan pada komunitas-komunitas dan memanfaatkan media sosial.

Riky berharap ke depannya bisa membuat event musik yang lebih besar, bahkan bisa mengkolaborasikan band indie lokal dengan band nasional.

"Dalam event ini, semua produk dijual dengan harga khusus. Jadi, kami ingin mengubah persepsi orang bahwa ke hotel tidak melulu mahal. Kami juga memberikan free cooktail kepada penonton selama event berlangsung," imbuhnya.(*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help