TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

11 Seniman Siap 'Ngayah' Hiburan Ke Posko Pengungsi Gunung Agung

Hal itu dilakukan mulai dari hari ini untuk menghibur para pengungsi yang dievakuasi menyusul naiknya level Gunung Agung ke level IV (awas)

11 Seniman Siap 'Ngayah' Hiburan Ke Posko Pengungsi Gunung Agung
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Suasana pengungsian di GOR Swecapara, Klungkung, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setidaknya sudah ada 11 seniman dari seluruh Bali yang sudah mendaftar ke Dinas Kebudayaan Pemprov Bali untuk ngayah (mengabdikan diri secara cuma-cuma).

Hal itu dilakukan mulai dari hari ini untuk menghibur para pengungsi yang dievakuasi menyusul naiknya level Gunung Agung ke level IV (awas).

Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov Bali, Dewa Putu Beratha mengatakan bahwa pihaknya membuka kesempatan kepada para seniman dari berbagai sekaa atau sanggar kesenian, penyanyi pop Bali, mulai dari bondres, lawakan, hingga tarian untuk memberikan hiburan bagi para pengungsi di posko pengungsian.

“Sampai saat ini sudah ada 11 seniman yang mau ngayah karena sifatnya ini benar-benar ngayah. Jadi kami mengimbau bagi seniman yang berkenan untuk memberikan hiburan karena para pengungsi perlu diberikan hiburan untuk mengurangi beban dan kejenuhan selama di posko pengungsian, khususnya bagi pengungsi anak-anak,” kata Dewa Beratha di Denpasar, Bali, Senin (25/9/2017)

Untuk saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan juga dimana saja nanti para seniman ini ditempatkan untuk memberikan hiburan bagi para pengungsi.

Ia juga mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem dan mereka menyatakan kebanyakan sanggar seni di daerahnya sudah mengungsi, sehingga diharapkan dapat diisi dari luar kabupaten/kota.

“Kalau nanti banyak yang mendaftar dan berkenan untuk menghibur di beberapa tempat dalam satu hari, maka akan kami jadwalkan dalam satu hari bisa menghibur pengungsi lebih dari satu kali, tidak hanya di tempat pengungsian yang skala besar, tetapi juga yang kecil-kecil,” jelasnya.

Dari 11 seniman tersebut dia mengatakan bahwa artis-artis dari Pramusti sudah siap diterjunkan untuk turut menghibur para pengungsi.

Selain itu ia juga mengharapkan para pengungsi jangan lupa menyelamatkan lontar-lontar, buku-buku penting, dan pratima atau benda-benda sakral.

"Kami juga berharap Pak Made Taro bersedia untuk turut serta mendongeng untuk para pengungsi anak-anak. Selain itu kami menyiapkan ruangan khusus untuk menampung lontar-lontar dan pratima itu, intinya pengungsi jangan sampai meninggalkan hal-hal yang bersifat sakral itu,” jelasnya. (*) 

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help