TribunBali/
Home »

Bali

Ngeri, Petugas BPKH Terperosok ke Jurang Hutan Lindung di Buleleng, Evakuasi Lalui Medan Curam

Waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat tubuh korban ke atas permukaan cukup lama.

Ngeri, Petugas BPKH Terperosok ke Jurang Hutan Lindung di Buleleng, Evakuasi Lalui Medan Curam
Istimewa
Petugas gabungan SAR Pos Buleleng, PMI Buleleng, dan Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang mengevakuasi tubuh Lasidi, Sabtu (23/9/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ratu Ayu Astri Desiani

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tulang kaki Lasidi (55), patah, Sabtu (23/9/2017).

Petugas dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Kota Denpasar ini terperosok ke dalam jurang kawasan hutan lindung di Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Kapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang,  AKP Ketut Wisnaya mengatakan, proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari  SAR Pos Buleleng, PMI Buleleng, dan Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat tubuh korban ke atas permukaan cukup lama.

Ini disebabkan karena medan di lokasi kejadian sangat terjal, dan dipenuhi oleh semak belukar.

"Kami menerima adanya laporan orang terjatuh ke dalam jurang dari Petugas Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VIII Denpasar. Setelah menerima laporan itu, kami pun langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Buleleng. Sehingga, langsung dilakukan pencarian secara terpadu," jelasnya, Minggu (24/9/2017).

AKP Wisnaya menceritakan, kala itu Lasidi sedang melakukan observasi di hutan Lindung Desa Tinga-Tinga, bersama beberapa rekannya.

Saat kegiatan observasi berlangsung, tiba-tiba kaki korban tergelincir, hingga akhirnya jatuh ke dalam jurang.

Meski nyawanya berhasil selamat, kejadian mengerikan ini membuat tulang kaki pria tersebut patah, serta mengalami luka robek pada bagian tempurung lutut kaki kanannya.

Karena luka yang diderita cukup parah, petugas dari PMI Bulelenh pun langsung melarikan Lasidi ke RSUP Sanglah, untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

"Kami sempat mengalami kesulitan saat mengevakuasi korban. Itu dilakukan secara bertahap, karena medannya sangat curam. Tapi syukur korban berhasil dievakuasi, dan dalam keadaan selamat," tutup AKP Wisnaya. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help