TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Peringatan Awas, Dr Surono: Letusan Bisa Lebih Besar, atau Bisa Juga Tak Meletus karena Ini

Nama Mbah Rono, demikian dia akrab dipanggil, sangat populer saat erupsi Gunung Merapi, Yogyakarta, pada tahun 2010. Saat itu ia menjabat sebagai Kepa

Peringatan Awas, Dr Surono: Letusan Bisa Lebih Besar, atau Bisa Juga Tak Meletus karena Ini
Tribun Bali/Rizal Fanany/Saiful Rohim
Gunung Agung terlihat di kawasan Desa Rendang,Kabupaten Karangasem,Minggu (24/9/2017) (kiri). Dr Surono DEA, Mantan Kepala PVMBG (kanan) 

TB: Untuk Gunung Agung, zat-zat atau unsur apa saja yang terkandung dalam magmanya?

S: Sama seperti gunung api lainnya. Gunung Agung standar saja seperti gunung api lain. Ada belerang, CO2, jelas itu magmanya, silica-nya juga. Tidak ada bedanya dengan gunung api lainnya.

TB: Gas yang terkandung dalam magma?

S: Kalau gas kan hampir setiap gunung api ada. Karena ada panas, panasnya menjadi dingin, magma mendingin kan mengeluarkan gas. Magma bercampur, ada gas belerang, gas PU, CO2, macam-macam itu. (*)

Dr Surono DEA

(mantan Kepala PVMBG)

Pemanasan Terus

Kepulan asap solfatara kembali menyembul dari Gunung Agung, Minggu (24/9/2017) pagi.

Namun kepulan asap yang dikeluarkan tidak terlalu tebal.

Asap tipis ini mulai terpantau sejak pukul 06.00 Wita.

"Jadi kondisi terakhir pukul 06.00 Wita secara visual terlihat ada kepulan asap tipis mencapai ketinggian 200 meter dari puncak Gunung Agung. Kepulan asap itu dilaporkan juga dari Rendang dan dari utara ada laporan," jelasnya.

Munculnya kepulan asap putih dari kawah gunung ini mengindikasikan terjadinya pemanasan terus menerus.

"Tadi pagi juga kami lihat ada kepulan asap putih dari kawah. Itu mengindikasikan adanya pemanasan terus menerus. Begitu magmanya mendekat ke permukaan, pemanasan air lebih dulu menjadi uap. Ini yang menyembul ke atas," paparnya.

Sementara pantauan visual Gunung Agung di Pos Pengamatan di Desa Rendang pukul 07.00 Wita, Gunung Agung terlihat jelas walaupun diselimuti kabut tipis.

Namun pukul 11.20 Wita visual Gunung Agung tidak terlihat.

Gunung dengan ketinggian 3.031 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini diselimuti awan mendung tebal disertai kabut. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help