TribunBali/
Home »

Bali

Kondisi Pengungsi Memburuk, DSM Bali Lakukan Layanan Kesehatan di Karangasem

Pengungsi di Desa Tiying Jangkrik dan Bukit Tabuan menghadapi masalah mendasar, yaitu ketersediaan air, pasokan makanan dan kondisi kesehatan

Kondisi Pengungsi Memburuk, DSM Bali Lakukan Layanan Kesehatan di Karangasem
Istimewa
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Sosial Madani (DSM) Bali melakukan Pelayanan Kesehatan pada pengungsi Erupsi Gunung Agung di Banjar Tiying Jangkrik dan Bukit Tabuan 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Sosial Madani (DSM) Bali melakukan Pelayanan Kesehatan pada pengungsi Erupsi Gunung Agung di Banjar Tiying Jangkrik dan Bukit Tabuan yang berada di Desa Bukit Karangasem, Selasa (26/9/2017). 

“Anak-anak di Bukit Tabuan bahkan membutuhkan bantuan kesehatan sebab sebagian terkena cacar, batuk pilek. Ada pula tiga perempuan berstatus hamil di mana seorang ibu sudah memasuki usia kandungan sembilan bulan.” Jelas Lutfi, Ketua tim medis DSM Bali.

Pengungsi di Desa Tiying Jangkrik dan Bukit Tabuan menghadapi masalah mendasar, yaitu ketersediaan air, pasokan makanan dan kondisi kesehatan yang kian memburuk. 

Pelayanan kesehatan dilakukan tenaga medis, dengan rincian empat tim inti, 13 relawan, dua dokter umum, dua dokter gigi, empat perawat, dua bidan, satu tenaga perawat luka, dan satu apoteker.

DSM membentuk lima posko untuk pengungsi Gunung Agung di Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Kelima posko tersebut berlokasi di lima banjar, yaitu Tibulaka Sasak, Tiing Jangkrik, Karang Sasak, Bukit Tabuan, dan Kampung Anyar.

Untuk hari ini saja (Selasa, 26/9) Tim Medis DSM dan bantuan logistik dikirimkan di Desa Bukit Karangasem untuk membantu kurang lebih 766 pengungsi di sana. Ada beberapa kebutuhan mendesak yang perlu segera dipenuhi seperti bahan makanan dan tandon air.

Jumlah pengungsi di lima banjar tersebut diperkirakan terus bertambah sejak status Gunung Agung ditingkatkan menjadi awas, pada 22 September 2017 lalu.

“Saat ini kebutuhan mendesak pengungsi adalah pasokan makanan, tandon air 5 buah dan toilet darurat yang akan dibuat di 20 titik” kata Manager Program Dompet Sosial Madani (DSM) Bali, Muhammad Nursoleh.

Bantuan pertama DSM Bali diberikan kepada pengungsi di Desa Tiying Jangkrik dan Bukit Tabuan. Daerah yang dijadikan pengungsian warga Muslim Karangasem ini mendapat bantuan berupa nasi kotak, air mineral, makanan pendamping ASI (MPASI), dan lima ribu lembar masker.

Sudah 6 hari berlangsung sejak status gunung Agung naik ke level siaga dan sejak 22 September hingga sekarang (27/9) status meningkat hingga level awas. Level awas adalah level tertinggi dalam status gunung api.

Jumlah pengungsi hingga Selasa (26/9) pagi mencapai 57.428 jiwa tersebar di 357 titik tersebar di 9 kab/kota, sebagaimana dikutip dari berita resmi Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). (*)

Editor: ady sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help